Bagikan:

Capres Unggulan Survei dan Nasdem, Ganjar: Urusan Bu Mega

"Apalagi ini, pertanyaan kok soal copras capres saja. Sudah jelas kan nanti keputusan di Bu Megawati"

NASIONAL

Senin, 20 Jun 2022 11:48 WIB

Gubernur Ganjar Pranowo di rumah dinas Wali Kota Solo di sela-sela aktifitas Car Free Day, Minggu (1

Gubernur Ganjar Pranowo di rumah dinas Wali Kota Solo di sela-sela aktifitas Car Free Day, Minggu (19/6/22). (KBR/Yudha Satriawan)

KBR,Jakarta-    Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan dirinya tetap pada PDI-Perjuangan dan sesuai instruksi ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno Putri. Ganjar menyampaikan itu  merespon terkait hasil survei dan hasil rakernas sejumlah parpol nonPDIP sebagai capres pilihan.

Ganjar enggan lebih jauh menjelaskan hal tersebut.

"Apalagi ini, pertanyaan kok soal copras capres saja. Sudah jelas kan nanti keputusan di Bu Megawati (Ketum PDI Perjuangan). Saya kan wong (orang) PDI-P," tegas Ganjar di sela-sela aktifitas CFD di Solo, Minggu (19/6/2022).

Sejumlah lembaga survei merilis hasil simulasi bakal calon presiden di Pilpres 2024. Tiga lembaga survei menunjukkan hasil hampir serupa. Pasca rakernas Projo Mei 2022 lalu, lembaga survei Charta Politika Indonesia merilis hasil survei nasionalnya terkait simulasi 10 nama calon presiden untuk Pilpres 2024, pemilih PDIP memilih Ganjar sebanyak 68,5%, kemudian disusul Menhan Prabowo Subianto 9,7%. Sedangkan yang mendukung Puan Maharani sebanyak 6,2%.

Baca juga:

Survei Terkini, Ini Penyebab Elektabilitas Ganjar Tertinggi

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2021 Naik Satu Peringkat. Apa Penyebabnya?


Hasil survei Charta Politika awal Juni ini juga menunjukkan 36,5 persen memilih Ganjar sebagai bakal calon presiden pilihan, diikuti oleh Prabowo dengan 26,7 persen dan di nomor tiga ada Anies Baswedan dengan 24,9 persen.

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Nasdem yang digelar 15-17 Juni  mengusung tiga calon presiden yaitu : Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Panglima TNI Andika Perkasa, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Namun partai pimpinan Surya Paloh ini perlu berkoalisi dengan parpol lain karena tidak memenuhi persyaratan Presidential Threshold.


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Pemerintah Mengatasi KLB Polio