Bagikan:

BRIN: Banjir Rob, Penurunan Tanah Kota Pekalongan Paling Tinggi

Yang tertinggi di Kota Pekalongan, antara 2,1-11 cm/tahun

NASIONAL

Kamis, 02 Jun 2022 19:36 WIB

BRIN: Banjir Rob, Penurunan Tanah Kota Pekalongan Paling Tinggi

Banjir rob menerjang kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Senin (23/5/2022). (Antara-Aji Styawan)

KBR, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan, laju penurunan permukaan tanah di wilayah pantai utara Jawa Tengah setiap tahunnya relatif tinggi.

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN Thomas Djamaludin menyebut, laju penurunan paling tinggi terjadi di Kota Pekalongan. Hal itu menyebabkan kota yang dikenal dengan batik itu rawan terdampak rob.

“Dari kajian yang dilakukan dengan menggunakan data satelit Synthetic Aperture Radar (SAR) menunjukkan land subsidence dari pantai utara Jawa cukup tinggi. Yang tertinggi di Kota Pekalongan, antara 2,1-11 cm/tahun,” sebut Thomas dalam webinar “Lesson Learned: Banjir Rob di Musim Kemarau”, Kamis (2/6/2022).

Thomas menambahkan, penurunan muka tanah ini dapat meningkatkan status rawan Kota Pekalongan terhadap banjir rob. Di kemudian hari, kata dia, potensi dampaknya bisa jauh lebih besar.

Beberapa kota lain yang laju penurunan permukaan tanahnya cukup tinggi yaitu Kota Semarang (0,9-6 cm/tahun) dan Kota Surabaya (0,3-4,3 cm/tahun).

Akibat Siklus Bulan

BRIN memperkirakan siklus nodal bulan akan mencapai puncaknya pada tahun 2034 sehingga meningkatkan potensi terjadinya banjir rob.

Thomas mengatakan, hal itu perlu diantisipasi sejak sekarang.

Baca juga: 

“Mitigasi jangka panjang perlu dilakukan untuk mengantisipasi efek siklus nodal bulan yang puncaknya sekitar 2034. Dan efek siklus nodal ini berpotensi meningkatkan pasang maksimum sehingga banjir rob akan lebih sering terjadi dengan ketinggian yang meningkat,” kata Thomas.

Menurut Thomas, faktor penyebab banjir rob lainnya juga perlu diperhatikan. Seperti pemanasan global dan penurunan permukaan tanah di wilayah-wilayah pantai.

Banjir rob menerjang kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, pekan lalu. Rob juga melanda sejumlah daerah di pesisir Jawa Tengah. Mulai dari Pekalongan, Kendal, hingga Demak.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

RAPBN 2023, Penanganan Pandemi Tak Lagi Jadi Prioritas?

Most Popular / Trending