covid-19

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Priok, Jokowi: Mobilitas di Pelabuhan Tinggi

"mobilitas orang, mobilitas barang sangat tinggi dan kemungkinan untuk tertular covid juga sangat tinggi, baik karena interaksi dengan penumpang kapal, interaksi juga dengan ABK yang ada di kapal"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 10 Jun 2021 13:24 WIB

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Priok, Jokowi: Mobilitas di Pelabuhan Tinggi

Presiden Jokowi saat meninjau pelaksanaan vaksinasi covid-19. (Foto: Twitter/@KemensetnegRI)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyebut mobilitas orang dan barang cukup tinggi di Pelabuhan.

Menurutnya, kondisi itu berpotensi besar menimbulkan penularan Covid-19 antara awak kapal dengan petugas.

"Kita harapkan dengan telah divaksinasinya para pekerja tersebut bisa terlindungi dari Covid, karena kita tahu di sini mobilitas orang, mobilitas barang sangat tinggi dan kemungkinan untuk tertular covid juga sangat tinggi, baik karena interaksi dengan penumpang kapal, interaksi juga dengan ABK yang ada di kapal," ujar Jokowi ketika meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada petugas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (10/6/2021).

Dalam kunjungan itu, Jokowi didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Menurut Jokowi, pelabuhan merupakan lokasi strategis dengan tingkat mobilitas tinggi. Apalagi, kata dia, Tanjung Priok, merupakan pelabuhan terbesar dan tersibuk di Indonesia.

"Pelabuhan melayani kapal penumpang dan barang, yang tersebar ke penjuru nusantara maupun mancanegara. Hal ini menuntut kewaspadaan tinggi terhadap penyebaran Covid-19," katanya.

Di hari yang sama, Presiden Jokowi juga memantau vaksinasi massal untuk sopir, kernet bus, hingga pelaku UMKM di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.

Pemilihan terminal sebagai lokasi vaksinasi massal karena terminal merupakan lokasi dengan tingkat mobilitas tinggi, sama seperti pelabuhan.

Sebelumnya, Pemerintah menargetkan vaksinasi dapat diterima oleh sedikitnya 181,5 juta masyarakat di Tanah Air untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok.

Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Layanan Identitas Kependudukan bagi Kelompok Transpuan

Kabar Baru Jam 8

Seruan untuk Lindungi Nakes di Daerah Rawan

Kabar Baru Jam 10