Tim Forensik Teliti Sampel Jenazah Pendeta Yeremias Zanambani

Di tubuhnya terdapat sejumlah luka tusukan dan bekas tembakan.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 09 Jun 2021 08:42 WIB

Author

Arjuna Pademme

Tim Forensik Teliti Sampel Jenazah Pendeta Yeremias Zanambani

Ilustrasi penembakan di Papua.

KBR, Jayapura- Tim forensik yang mengautopsi jenazah Pendeta Yeremias Zanambani, mengambil sejumlah sampel dari jasad untuk diteliti di laboratorium forensik atau labfor.

Pendeta Yeremias Zanambani ditemukan tewas di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua pada 19 September 2020. Di tubuhnya terdapat sejumlah luka tusukan dan bekas tembakan. Korban diduga ditembak anggota TNI. Namun, untuk membuktikan siapa pelaku, autopsi mesti dilakukan.

Kepala kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey mengatakan ia bersama aparat keamanan, lembaga perlindungan saksi dan korban, keluarga serta sejumlah pihak terkait, menyaksikan langsung autopsi. Autopsi berlangsung di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya pada, Sabtu (5/6/2021).

"Jenazah itu bisa digali dan kemudian diautopsi oleh dokter forensik. Autopsi itu berjalan dengan baik. Tentu untuk kepentingan forensik, dokter telah mengambil sejumlah sampel untuk diuji di labfor nanti, ya. Soal [kapan] waktu [mengetahui hasilnya] itu kan tergantung tim labfor. Kapan tim labfor bisa mengumumkan," kata Frits Ramandey, Rabu (9/6/2021).

Frits Ramandey mengatakan dokter yang mengautosi jenazah korban berasal dari Labuan Bajo, bekerja sama dengan tim labfor Universitas Hasanuddin Makassar. Proses penggalian jenazah korban hingga autopsi berjalan tanpa hambatan. Tidak ada gangguan dari pihak manapun, termasuk kelompok bersenjata yang ada di sana.

Menurutnya, proses bisa berlangsung aman, sebab pihak keluarga dan warga sekitar telah menyetujui dilakukannya proses autopsi. Mereka ingin penyebab tewasnya korban dapat dipastikan. Kata dia, dari prespektif HAM, proses autopsi ini untuk memberi kepastian hukum terhadap korban, keluarga, dan juga penghormatan terhadap HAM.

"Kami harap, hasil autopsi bisa secepatnya disampaikan oleh tim forensik, agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait," ujar Frits.

Editor: Sindu Dh

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Tingginya Kasus Positif COVID-19 pada Anak

Cegah Krisis Pangan di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 8

Covid-19, IDAI Ungkap Kematian Anak Capai Ribuan Perminggu