Serapan Vaksinasi Covid-19 di Banyuwangi Tertinggi se-Jatim

"Dan Alhamdulillah sekarang Banyuwangi untuk BOR nya kita terakhir diangka 24 persen. Bed okupansinya di rumah sakit rasionya 25 persen,”

BERITA | NASIONAL

Kamis, 17 Jun 2021 15:49 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Serapan Vaksinasi Covid-19 di Banyuwangi Tertinggi se-Jatim

ilustrasi

KBR, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengatakan, serapan vaksin Covid-19 di kabupaten itu tertinggi se-Jawa Timur.

Menurut Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, per 16 Juni 2021, dari total 372 ribu dosis vaksin yang diterima Banyuwangi, 89,9 persen atau 334 ribu dosis di antaranya telah disuntikkan ke masyarakat.

Saat ini kata Ipuk, Pemerintah Banyuwangi tengah menunggu alokasi vaksin dari pemerintah pusat.

Strategi jemput bola, kata Ipuk, akan terus dilakukan untuk vaksinasi lanjutan di Banyuwangi. Ia juga meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehaatan.

“Vaksin ini by Name by NIK, ini harus berdasarkan NIK sehingga nanti pemberian booster-nya berdasarkan NIK. Dan Alhamdulillah sekarang Banyuwangi untuk BOR nya kita terakhir diangka 24 persen. Bed okupansinya di rumah sakit rasionya 25 persen,” katanya di Banyuwangi, Kamis (17/6/2021).

Sementara terkait covid-19, Ipuk Fiestiandani mengakui ada kenaikan beberapa pekan terakhir. Tren kenaikan, katanya, imbas adanya klaster hajatan.

"Pemkab Banyuwangi mengantisipasi dengan menambah kapasitas ruang isolasi maupun ICU di RSUD Blambangan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Wiji Lestariono mengakui ada kenaikan angka kasus Covid-19 di Banyuwangi, dua pekan terakhir.

"Kenaikan ini dipicu adanya klaster hajatan di Desa Ringinpitu Banyuwangi. Dalam klaster hajatan ini total warga yang positif Covid-19 mencapai 36 orang. Dari jumlah itu 6 orang sudah sembuh, dan 1 orang meninggal dunia dan sisanya masih menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing," pungkasnya.


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10