Satgas Covid-19: Aturan Jaga Jarak dan Menghindari Kerumunan, Paling Sulit Dipatuhi

"Di dalam psikologi itu ada namanya teori konformitas. Orang bisa menjadi tidak patuh, walaupun dia patuh, Ketika berada di dalam masyarakat yang tidak patuh."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 16 Jun 2021 23:03 WIB

Author

Sadida Hafsyah

Satgas Covid-19: Aturan Jaga Jarak dan Menghindari Kerumunan, Paling Sulit Dipatuhi

Polisi membubarkan kerumunan pengunjung tempat wisata di Pantai Pasir Putih, Anyer, Serang, Banten, Minggu (16/5/2021). (Foto: ANTARA/Asep Fathulrahman)

KBR, Jakarta - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menilai kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan, khususnya dalam menjaga jarak dan menghindari kerumunan paling sulit ditegakan.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19, Sonny Harry B. Harmadi mengatakan dua hal itu sebetulnya langkah penting dan menentukan dalam upaya menekan laju penularan Covid-19. 

Dua langkah itu merupakan bagian dari protokol kesehatan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

"Kalau kerumunan, menjaga jarak, itu bukan keputusan saya saja. Tapi keputusan kita, keputusan bersama. Kadang-kadang di dalam psikologi itu ada namanya teori konformitas. Orang bisa tidak menjadi patuh walaupun dia patuh, ketika berada di dalam masyarakat yang tidak patuh. Jadi ketika saya sebetulnya biasa menjaga jarak, tapi kemudian bertemu dengan satu kelompok orang yang tidak menjaga jarak, saya akan ikut," ujar Sonny dalam konferensi pers hari ini (16/6/2021).

Sonny Harry B. Harmadi mengatakan ketidakpatuhan ini kemudian berdampak siginifikan pada peningkatan kasus positif Covid-19 di berbagai daerah.

"Itu yang menyebabkan di berbagai daerah penurunan kepatuhan bisa cepat. Ketika ada yang memicu untuk tidak patuh," kata Sonny.

Apalagi jika masyarakat juga tidak patuh menggunakan masker ketika beraktifitas. Lonjakan kasus bisa terjadi, seperti salah satunya di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

"Pada saat sebelum Bangkalan, Kudus itu lonjakan kasusnya seperti ini. Kepatuhan memakai masker di sana hanya sekitar 18 persen. Berarti 82 persen tidak memakai masker," kata Sonny.

Data Satgas Covid-19 per 14 Juni 2021 menunjukan terdapat 85 kabupaten kota yang mengalami penurunan kepatuhan protokol kesehatan. Kemudian 50 kabupaten kota di antaranya memiliki kepatuhan memakai masker di bawah 50 persen.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10