PHRI Klaim Industri Perhotelan dan Restoran Paling Berkomitmen Terapkan Protokol Kesehatan

Penerapan protokol kesehatan sangat berpengaruh pada kinerja pelaku usaha

BERITA | NASIONAL

Rabu, 23 Jun 2021 22:21 WIB

Author

Sadida Hafsyah

PHRI Klaim Industri Perhotelan dan Restoran Paling Berkomitmen Terapkan Protokol Kesehatan

Pengumuman pelayanan hanya take away atau dibawa pulang terpasang di salah satu rumah makan Padang di Depok, Jawa Barat, Rabu (23/6/2021). (Antara/Asprilla Dwi)

KBR, Jakarta- Sekretaris Jenderal Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengklaim industri perhotelan dan restoran merupakan industri yang paling berkomitmen menerapkan protokol kesehatan. Sebab di masa pandemi Covid-19, penerapan protokol kesehatan sangat berpengaruh pada kinerja pelaku usaha.

"Dari awal bulan Maret (2020) saja kita sudah membuat SOP terkait protokol kesehatan. Sampai kita tiga kali berubah, menyesuaikan dengan surat edaran Menteri Kesehatan dan juga kita menyesuaikan dengan standar WHO. Kenapa begitu? Karena memang bisnis hotel dan restoran itu kita sangat khawatir dengan brand, sangat khawatir dengan konsumen kita. Jadi kalau kita melanggar sedikit, review itu dilihat. Karena itu kita selalu sampaikan kemarin ini masalah sikap PHRI terhadap PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), kami mendukung," jelas Maulana dalam dalam webinar bertajuk Optimisme Pariwisata di Tengah Pandemi, Rabu (23/06/21).

Maulana Yusran berpendapat pelaku usaha lain dengan lingkup yang lebih kecil dari perhotelan dan restoran, kerap mengesampingkan pentingnya penerapan protokol kesehatan. Dibandingkan mereka, sektor perhotelan dan restoran lebih disiplin.

"Kita sangat khawatir karena begitu kita melanggar sedikit, itu membuat review-nya akan jelek dan kita akan hilang dari kompetitor," tuturnya.

Ia menyebut PHRI mendukung keputusan pemerintah menetapkan PPKM Mikro, agar industri pariwisata seperti perhotelan dan restoran tetap dapat beroperasi. Tetapi Maulana juga berharap pemerintah tetap mempertahankan pemberian stimulus pada sektor pariwisata.

Pendapat ini juga diamini oleh pelaku Industri Kreatif, Cokorda Istri Julyana Dewi. Menurutnya stimulus yang diberikan pemerintah mampu mendorong peningkatan kualitas usaha di sektor pariwisata, selama pandemi Covid-19.

"Kami juga berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan izin, permodalan, dan akses pemasaran untuk produk kami. Tapi terlepas dari itu, kadang tidak semua mengetahui kebijakan pemerintah. Jadi saya harap informasi bisa disebarkan lebih merata," tutur Julyana.

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10