Penjualan Mobil hingga Retail Naik, Pemerintah Optimistis Ekonomi Tumbuh 7-8 Persen

Indeks keyakinan konsumen tercatat sudah di atas 100 persen.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 08 Jun 2021 10:23 WIB

Author

Astri Septiani, Siti Sadida Hafsyah

Penjualan Mobil hingga Retail Naik, Pemerintah Optimistis Ekonomi Tumbuh 7-8 Persen

Mobil rakitan siap ekspor terparkir di PT Indonesia Kendaraan Terminal, Jakarta, Senin (18/3/2019). Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Pemerintah optimistis proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini bisa mencapai 6,7-7,5 persen. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan optimisme itu muncul lantaran ada kenaikan yang terjadi di sejumlah sektor. Bahkan, ia yakin kuartal kedua ini ekonomi Indonesia mampu tumbuh pada kisaran 7 sampai 8 persen.

"Kita lihat dari PMI (Purchasing Manager Indeks) market, kita sudah capai yang tertinggi 55,3. Kenaikan kendaraan bermotor, penjualan mobil sebesar 228 persen kenaikan year on year. sedangkan motor 227 secara year on year," kata Airlangga saat konpers daring, Senin (7/6/21).

Airlangga menambahkan, penjualan retail juga sudah naik 9,8 persen year-on-year. Selain itu, indeks keyakinan konsumen juga tercatat sudah di atas 100 persen. Airlangga menyebut, pertumbuhan belanja nasional per akhir April pun naik sebesar 60,43 persen.

Tanda-Tanda Pemulihan Ekonomi

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mengungkapkan tanda-tanda adanya pemulihan ekonomi di tingkat nasional dan global semakin baik. Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan hal ini terjadi karena berbagai pihak bekerja keras mendorong pemulihan kesehatan. Upaya vaksinasi menjadi game changer atau pengubah permainan yang membalikkan keadaan, sehingga membuat mobilitas ekonomi meningkat.

"Indikator perbaikan semakin nyata di global maupun dalam negeri, yang kemudian kami di otoritas melihat respons kebijakan sudah mulai dilakukan bersama-sama di KSSK, membangun itu semua baik fiskal moneter porsinya sama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyebut dari sisi global, indikator ekonomi yang menunjukan pemulihan di antaranya ada peningkatan volume perdagangan, harga komoditas hingga kinerja ekspor impor. Sedangkan di dalam negeri, pemulihan ekonomi terlihat dari mobilitas masyarakat.

"Dan ini angka-angka ini saya kira juga kita sudah sangat familiar. Economic indicators-nya banyak sekali sebetulnya. Dari mulai beberapa angka pertumbuhan ekonomi dunia yang dilansir international, juga penjualan ritel, PMI-Purchasing Managers Index sebagai sebuah leading indicator terhadap economic activities. Semuanya memang menunjukan tanda-tanda menguatnya pemulihan ekonomi di global," kata Erwin, Kamis (3/6/2021).

Perbaikan ekonomi nasional terlihat dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Maret 2021 tumbuh 6,1% (mtm) meningkat dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang masih minus 2,7% (mtm). Kemudian kontraksi pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah menjadi 0,74% (yoy) di triwulan I 2021 dibanding triwulan IV 2020, yang minus 2,19%.

"Perbaikan ekonomi ini terutama didorong oleh kinerja ekspor akibat kenaikan permintaan Tiongkok dan AS, realisasi belanja fiskal (belanja barang, belanja modal, dan bantuan sosial), serta investasi nonbangunan," ucapnya.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Dampak Tambang terhadap Lingkungan di Sulawesi Tenggara dan Tengah

NFT, New Kid on the Block (chain)

Kabar Baru Jam 8

Seruan Penolakan Bibit-Bibit Kekuasaan Mutlak