Massa Antikorupsi Malang Tuntut Jokowi Bentuk Tim Investigasi Pelemahan KPK

"Mendesak Presiden Jokowi membentuk tim investigasi yang melibatkan partisipasi publik yang luas. Untuk investigasi skandal pelemahan KPK secara menyeluruh.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 02 Jun 2021 13:26 WIB

Author

Eko Widianto

Massa Antikorupsi Malang Tuntut Jokowi Bentuk Tim Investigasi Pelemahan KPK

massa aktivis antikorupsi berunjuk rasa di depan balai kota malang. (Foto: KBR/Eko Widianto)

KBR, Malang - Puluhan mahasiswa, pemuda dan aktivis antikorupsi menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Malang, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (02/06/2021).

Mereka yang tergabung dalam Gerakan Solidaritas Melawan Pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini menuntut Presiden Joko Widodo membentuk tim investigasi pelemahan KPK. Mahasiswa dan aktivis ini juga menilai pelemahan dimulai sejak revisi Undang Undang KPK, 2019 silam.

Menurut Koordinator lapangan Gerakan Solidaritas Melawan Pelemahan KPK, Ali Fikri Hamdani menyebut, pemecatan 51 pegawai KPK merupakan bagian pembusukan KPK dari dalam. Sehingga, jika Presiden Joko Widodo mendukung agenda pemberantasan korupsi, maka harus menguatkan KPK.

"Mendesak Presiden Jokowi membentuk tim investigasi yang melibatkan partisipasi publik yang luas. Untuk investigasi skandal pelemahan KPK secara menyeluruh. Selanjutnya mendesak Ketua KPK Firli Bahuri untuk menyudahi segala bentuk tindakan yang ditujukan sebagai proses pelemahan dan pembusukan KPK," katanya.

Dalam aksinya itu, puluhan orang itu juga membunyikan kentongan sebagai simbol tanda bahaya. Bahaya karena gerakan pemberantasan korupsi berada dalam ancaman pembusukan dan pelemahan.

Sebelumnya, sebanyak 75 pegawai KPK tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK). Namun, menurut KPK, dari 75 orang yang tidak lulus TWK itu, 24 di antaranya dapat dilanjutkan ke tingkat pembinaan. Sementara 51 lainnya diberhentikan dari KPK.

Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Melimpah Limbah Medis

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11