covid-19

Lonjakan Kasus Covid-19 di Bangkalan, Karena Libur Lebaran dan Kedatangan PMI

Ini diperparah dengan kedatangan ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Bangkalan

BERITA | NASIONAL

Senin, 07 Jun 2021 19:38 WIB

Lonjakan Kasus Covid-19 di Bangkalan, Karena Libur Lebaran dan Kedatangan PMI

Ilustrasi: Pekerja Migran Asal Malaysia saat tiba di Bandara Indonesia. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur, menjadi salah satu daerah yang mengalami lonjakan Covid-19. Humas Satgas Covid-19 Bangkalan, Jawa Timur, Agus Sugianto Zain mengatakan peningkatan kasus positif Covid-19 di daerahnya diduga terjadi sebagai dampak dari aktivitas masyarakat yang saling berkunjung selama libur lebaran kemarin. Ini diperparah dengan kedatangan ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Bangkalan.

"Setidaknya dalam catatan kami, dalam sepuluh hari terakhir ini ada tambahan 66 orang. Kita tahu untuk wilayah Jawa Timur, kedatangan PMI ini yang paling tinggi memang di kabupaten Bangkalan. Di wilayah-wilayah tertentu itu memang paling suka memilih lapangan pekerjaan itu sebagai pelayaran. Sehingga mereka itu pulang ya otomatis ya. Kita juga tidak tahu apakah mereka membawa virus ya," ujar Agus dilansir Kompas TV (07/06/21).

Menurut Agus Sugianto Zain, PMI sudah mengikuti Standar Operasional dan Prosedur (SOP) untuk kepulangannya dalam rangka menekan resiko penularan Covid-19. Namun tampaknya risiko tetap ada meski SOP dijalankan.

"Walaupun sebenarnya sudah menjalani SOP dari pemerintah. Isolasi dua hari di provinsi. Kemudian di kabupaten juga harus masuk ke Balai Diklat selama tiga hari. Tapi itu kan kita tidak tahu. Belum bisa mendeteksi sedetail mungkin. Barangkali dari proses interaksi seperti itu juga bisa mempengaruhi," katanya.

Agus menjelaskan di Bangkalan pun ada persoalan lain dalam penanganan pasien positif Covid-19. Ia mengakui banyak pasien yang tidak bertahan lama dalam perawatan dan meninggal dunia.

"Dapat saya gambarkan begini. Sepuluh dari 15 pasien meninggal akibat Covid-19 itu, memang menjalani perawatan tidak sampai 24 jam. Artinya mereka masuk ke Rumah Sakit (RS) dalam kondisi yang cukup parah. Ini kondisi real-nya seperti itu." katanya.

Ia mengevaluasi kelemahan penanganan Covid-19 di Bangkalan tersebut. Selanjutnya, ia meminta Satgas Covid-19 di kecamatan untuk lebih aktif melakukan edukasi ke masyarakat. Termasuk melakukan pendekatan ke tokoh masyarakat untuk membantu sosialisasi pentingnya pemahaman masyarakat tentang bahaya Covid-19.

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Niatan Berantas Intoleransi di Lingkungan Pendidikan

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11