KPK Penuhi Panggilannya, Ini Kata Komnas HAM

"ini bisa menjadi satu narasi yang baik bagi lembaga-lembaga yang lain untuk memberikan informasinya ketika dipanggil Komnas HAM"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 15 Jun 2021 15:23 WIB

Author

Muthia Kusuma

KPK Penuhi Panggilannya, Ini Kata Komnas HAM

Ilustrasi

KBR, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia mengapresiasi komitmen dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memenuhi panggilan penyidikan, terkait kasus dugaan pelanggaran HAM dalam tes wawasan kebangsaan (TWK).

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam menyatakan Biro Hukum KPK mendatangi kantornya kemarin.

Dalam kunjungannya itu, Biro Hukum KPK juga menyertakan surat yang isinya meminta penjelasan Komnas HAM mengenai dugaan pelanggaran yang dimaksudkan.

Komnas HAM, kata Anam, telah memberikan penjelasan yang diinginkan, sehingga pimpinan KPK berkomitmen hadir Kamis (16/06/2021) besok.

"Oleh karenanya bagi lembaga-lembaga yang lain, kami juga berharap demikian agar bisa untuk hadir. Kalau kemarin mungkin menunggunya KPK apakah datang apakah tidak, saya kira dengan komitmen dari KPK, ini bisa menjadi satu narasi yang baik bagi lembaga-lembaga yang lain untuk memberikan informasinya ketika dipanggil Komnas HAM," kata Anam melalui siaran daring di Youtube Humas Komnas HAM, Selasa, (15/6/2021).

Sementara, juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangan tertulis mengatakan, kedatangan Biro Hukum dan Pelaksana Tugas Kepala Bagian Litigasi KPK kemarin adalah untuk meminta klarifikasi Komnas HAM mengenai dugaan isu-isu HAM yang dilaporkan pelapor.

Pelapor adalah 75 pegawai KPK yang tidak lulus dalam tes wawasan kebangsaan dan terancam dipecat sebagai pegawai KPK.

"Komnas HAM telah memberi penjelasan informasi yang diperlukan terkait aspek HAM akan dikonfirmasi dalam proses TWK. Penjelasan inilah yang sebelumnya tidak tertuang dalam surat balasan Komnas HAM kepada KPK," ungkap Ali.

Ali menegaskan, koordinasi dan komunikasi antara dua lembaga itu merupakan bentuk komitmen KPK menghormati Tupoksi Komnas HAM.

"Selain itu juga KPK juga memperoleh gambaran informasi yang dibutuhkan Komnas HAM," pungkasnya.


Editor: Kurniati Syahdan.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10