Kominfo Jamin Masalah Kabel Laut di Papua Teratasi Sebelum PON

Penanganan pemulihan putusnya jaringan kabel laut Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) ruas Biak-Jayapura akan dilakukan bulan ini.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 09 Jun 2021 10:35 WIB

Author

Muthia Kusuma Wardani

Kominfo Jamin Masalah Kabel Laut di Papua Teratasi Sebelum PON

Ilustrasi layanan internet di desa. Foto: kalteng.go.id

KBR, Jakarta- Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate menjanjikan telekomunikasi di Papua tidak terganggu saat perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua pada Oktober 2021.

Dia menargetkan, penanganan pemulihan putusnya jaringan kabel laut Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) ruas Biak-Jayapura akan dilakukan bulan ini.

Ia mengklaim, Kominfo sudah mendata total kapasitas yang terdampak akibat putusnya jaringan kabel laut, yakni sebesar 154 Gbps dari total trafik normal seluruh Papua sebesar 464 Gbps atau sepertiganya.

"Dengan demikian, kami berharap pada bulan Juni ini pemulihan keseluruhan kabel lautnya itu selesai, kita bisa mengetahui langsung penyebabnya apa. Dan yang kedua penyelenggaraan PON, dukungan telekomunikasi pada saat penyelenggaraan PON tetap dapat dilakukan dengan baik," kata Johnny, yang disiarkan di medsos Kominfo pada Selasa, (8/6/2021).

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate menambahkan, area yang terdampak gangguan berada di empat titik, yakni Jayapura, Abepura, Sentani, dan Sarmi. Ia mengklaim gangguan tersebut tidak membuat wilayah Papua "blackout".

Jhonny menjelaskan, hambatan dalam proses pemulihan lantaran jaringan kabel laut berada di kedalaman sekira 4050 meter.

"Untuk mengatasinya, dibutuhkan peralatan khusus yaitu penggelaran melalui kapal," imbuhnya.

Dia mengatakan PT Telkom saat ini tengah melakukan penggelaran kapal untuk mengangkat kabel yang terputus dan menyambungnya kembali. Namun, proses itu terhambat cuaca buruk. Kominfo menduga penyebab putusnya jaringan kabel bawah laut itu dipengaruhi oleh faktor alam.

Editor: Sindu Dh

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Dampak Tambang terhadap Lingkungan di Sulawesi Tenggara dan Tengah

NFT, New Kid on the Block (chain)

Kabar Baru Jam 8

Seruan Penolakan Bibit-Bibit Kekuasaan Mutlak