Ketika Rumah Sakit Mulai Kewalahan Tangani Pasien COVID-19

"Pencegahan penularan menjadi amat sangat mutlak. Kalau itu tidak dikerjakan, kasus akan bertambah terus dan rumah sakit akan semakin penuh."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 23 Jun 2021 23:33 WIB

Author

Wahyu Setiawan, Muthia Kusuma, Yovinka Ayu

Ketika Rumah Sakit Mulai Kewalahan Tangani Pasien COVID-19

Pasien menjalani perawatan di pelataran IGD RSUD dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya. Jaw Barat, Rabu (23/6/2021). (Foto: ANTARA/Adeng Bustomi)

KBR, Jakarta - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) memberikan alarm atas peningkatan kasus Covid-19 dalam beberapa hari terakhir.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 PB IDI, Zubairi Djoerban mengingatkan, melonjaknya pasien Covid-19 yang dirawat bisa berdampak pada kolapsnya rumah sakit di Indonesia.

Jika itu terjadi, akan berdampak fatal pada penanganan pasien. Karena itu, langkah utama adalah mencegah penularan makin meluas.

"Pencegahan penularan menjadi amat sangat mutlak. Kalau itu tidak dikerjakan, kasus akan bertambah terus dan rumah sakit akan semakin penuh. Para dokternya, nakes-nya tertular, dan karena itu kualitas pelayanan bisa menurun dan angka kematian bakal meningkat. Jadi memang usahakan agar pasien yang dirawat makin lama makin berkurang. Usahakan agar orang yang terinfeksi itu makin berkurang," kata Zubairi kepada KBR, Rabu (23/6/2021).

Zubairi Djoerban menambahkan, pemilahan pasien berdasarkan gejala dan penyakit penyerta juga perlu dilakukan untuk menjaga tingkat keterisian rumah sakit. Sehingga ketika pasien bergejala berat dirujuk, bisa segera tertangani.

Zubairi juga meminta agar pemerintah memperhatikan keselamatan para tenaga kesehatan di tengah lonjakan kasus Covid-19. Pemerintah harus memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) dan tes Covid-19 berkala bagi nakes.

Selain itu kata dia, tenaga kesehatan juga tidak boleh bekerja lebih dari 40 jam seminggu.

"Pada kenyataannya bisa diatur dengan perencanaan yang baik. Jadi yang pertama jangan kecapekan, itu pun kalau bisa jangan sampai maksimal 40 jam seminggu itu," kata dia.

Ketersediaan rumah sakit

Sejauh ini Kementerian Kesehatan mencatat kenaikan jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit sudah melebihi 100 persen. Kondisi ini terhitung sejak masa pramudik Lebaran.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah telah mengantisipasi lonjakan pasien dengan menambah kapasitas tempat tidur isolasi di rumah sakit.

“Kapasitas yang kita siapkan adalah 75 ribu tempat tidur isolasi. Sekarang dalam waktu satu bulan, sejak Lebaran kemarin, sudah naik dari 23 ribu ke 53 ribu (yang terisi). Naiknya cukup tinggi memang. Dan juga sudah meningkatkan jumlah isolasi tempat tidur dari 75 ribu ke 83 ribu. Jadi masih ada room 30 ribu lagi,” kata Budi dalam wawancara virtual dikutip dari CNN Indonesia TV, Rabu (23/6/2021).

Budi mengatakan, kapasitas tempat tidur rumah sakit secara nasional mencapai 389 ribu. Dari total tersebut, 30 persen dialokasikan untuk pasien Covid-19.

"Jadi 30 persen dari 389 ribu ada sekitar 130 ribu tempat tidur yang bisa kita konversikan menjadi tempat tidur untuk pasien Covid-19. Dari sini, 83 ribu sudah dikonversikan, 53 ribu sudah terisi. Jadi room-nya masih ada,” jelasnya.

Budi Gunadi juga mengklaim ketersediaan stok tabung oksigen untuk pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit masih terpenuhi.

“Mengenai banyak pembicaraan mengenai oksigen, di semua daerah di Indonesia oksigen masih cukup, kecuali memang di Jawa Tengah,” ujarnya.

Penyebab kekurangan oksigen lantaran masalah distribusi. Oleh karenanya, Budi Gunadi meminta Dinas Kesehatan di masing-masing provinsi maupun kabupaten/kota agar mengatur distribusi tabung oksigen agar seluruh kebutuhan terpenuhi.

Kota Medan

Di Kota Medan, Sumatera Utara, dari 1.400-an tempat tidur di rumah sakit, sebanyak 800 tempat tidur sudah diisi pasien COVID-19. Para pasien sebagian merupakan rujukan dari daerah lain di Sumatera Utara. Hal itu menandakan kurangnya ketersediaan fasilitas kesehatan bagi pasien Covid-19 di daerah.

Wali Kota Medan Bobby Nasution menyebut tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit di Medan sempat mencapai 75 persen.

"Tapi Alhamdulillah setelah instruksi tersebut, dan beberapa kegiatan yang kita lakukan, hari ini di ICU kita itu 46,61 persen. Ruang isolasi yang sebelumnya 69,33 persen hari ini jadi 39,78 persen," kata Bobby melalui siaran daring yang disiarkan Kominfo, Rabu, (23/6/2021).

Wali Kota Medan Bobby Nasution menambahkan, guna mengantisipasi penuhnya keterisian rumah sakit akibat lonjakan kasus Covid-19, pemerintah kota juga memperketat PPKM mikro dan mempercepat vaksinasi.

Sementara di Purwakarta, Jawa Barat, tingkat keterisian tempat tidur di RSUD Bayu Asih mencapai 92 persen. Akibatnya, pasien Covid-19 terpaksa membludak hingga ke selasar rumah sakit.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menginstruksikan agar semua rumah sakit di Karawang menambah kapasitas tepat tidur sebanyak 30 persen.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10