covid-19

Kemenparekraf Kucurkan Rp60 M Untuk Pelaku Pariwisata

Sertifikat Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), and Environment (Kelestarian Lingkungan), disingkat CHSE

BERITA | NASIONAL

Rabu, 09 Jun 2021 21:15 WIB

Kemenparekraf Kucurkan Rp60 M Untuk Pelaku Pariwisata

Dua wisatawan berswafoto saat berkunjung ke Taman Bunga Celocia Garden di Desa Alue Piet, Kecamatan Panga, Aceh Jaya, Aceh, Minggu (6/6/2021).(Antara)

KBR, Jakarta- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengambil langkah untuk mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif beradaptasi dengan pandemi Covid-19. Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf, Henky Manurung mengatakan salah satu dukungan dengan membantu pelaku usaha memperoleh sertifikat Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), and Environment (Kelestarian Lingkungan), disingkat CHSE.

"Kami tahun ini pun ada anggaran, kurang lebih Rp 60 M, yang untuk melakukan dukungan kepada para pelaku usaha untuk mendapatkan sertifikasi CHSE-nya. Itu salah satu bukti nyata. Bahwa di Bali sudah beberapa hotel, sudah banyak yang mendapatkan sertifikat CHSE itu. Tahun ini kami juga upayakan untuk bisa bertambah lagi jumlah pelaku usahanya, untuk mendapatkan CHSE certificate ini," ujar Henky dalam acara 'Dialog Produktif bertajuk Jalan Aman, Nyaman' (09/06/21).

Henky Manurung mengatakan kepemilikian sertifikat CHSE bagi pelaku usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi hal yang wajib. Ini untuk menjamin bahwa pelaku usaha tersebut memiliki fasilitas yang aman dari resiko penularan Covid-19.

"Dan kami mendukung dengan pemberian sertifikat dari Kemenparekraf kerjas sama dengan Lembaga Sertifikasi Usahanya," katanya.

Sertifikat CHSE diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Usaha (LSU) yang terkait. Nantinya pemerintah membantu dalam pembiayaan perolehan sertifikat tersebut.

Sebelumnya, Kemenparekraf mencatat sertifikat CHSE telah diberikan pada 15 ribu usaha sektor pariwisata, melalui dukungan pemerintah.

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Layanan Identitas Kependudukan bagi Kelompok Transpuan

Kabar Baru Jam 8

Seruan untuk Lindungi Nakes di Daerah Rawan

Kabar Baru Jam 10