covid-19

Kawal Covid-19 Ungkap Kejanggalan Pemberian Warna Zona Penyebaran Virus

Ada daerah yang seolah-olah berzona hijau, padahal dipengaruhi oleh testing yang rendah.

BERITA | NASIONAL

Senin, 07 Jun 2021 19:33 WIB

Author

Muthia Kusuma

Kawal Covid-19 Ungkap Kejanggalan Pemberian Warna Zona Penyebaran Virus

Ilustrasi: Creative Common

KBR, Jakarta- Kawal Covid-19 menilai status risiko penyebaran Covid-19 yang terbagi atas beragam zona itu tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Co-Founder Kawal Covid-19 Erlina Ciptadi menjalankan, bahwa warna-warna zona itu bergantung pada jumlah kasus yang tercatat. Padahal, angka testing di sejumlah daerah masih banyak yang belum memenuhi syarat ideal dari organisasi kesehatan dunia WHO. Maka dari itu, ada daerah yang seolah-olah berzona hijau, padahal dipengaruhi oleh testing yang rendah.

"Contohnya Bangkalan. Bangkalan itu zona Kuning. Zona Kuning, tetapi tingkat kematian Covidnya itu sekitar 10 persen, itu luar biasa tinggi. Karena seharusnya tingkat kematian Covid itu tidak lebih dari 3%. Apalagi Indonesia itu populasinya muda. Seharusnya lebih dekat ke 1 persen, daripada 3 persen. Kedua, zona Kuning itu tidak seharusnya rumah sakitnya itu penuh. Jadi apa yang terjadi di Bangkalan itu zona kuning, tetapi kondisi di lapangannya itu tidak kuning, merah," ungkap Erlina, saat dihubungi KBR, Senin, (7/6/2021).

Erlina Ciptadi menambahkan, seharusnya pemerintah tidak menjadikan angka kasus dalam pemetaan zona Covid-19 sebagai acuan. Melainkan juga mempertimbangkan data jumlah tes Covid-19, dan menghitung tingkat positivitas.

"Jadi misalnya kita melihat ada 100 kasus di daerah kita. 100 kasus ini kalau yang di tes 2000, itu berarti tingkat positivitasnya kan hanya 5 persen, hampir terkendali. Tapi kalau angka 100 ini didapat dari 200 tes, ini kan berarti 50 persen yang dites positif, artinya pandemi tidak terkendali," imbuhnya.

Maka dari itu, Kawal Covid-19 mendorong agar pemerintah meningkatkan testing, tracing, dan mengurangi mobilitas masyarakat yang tidak penting.

Erlina juga mendorong agar pemerintah meningkatkan 3T. Ia mengatakan pemda harus mendorong menguatkan testing dengan terukur dan terarah. Pemerintah juga harus mengetes Covid-19 semua kontak erat pasien korona meski tidak menunjukan gejala corona.

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Digelar?

Kabar Baru Jam 8

Wisata Sehat di Tengah Pandemi

Desa Wisata Tak Kehilangan Pesona