covid-19

Kasus Covid-19 Meningkat, DPR: Tak Ada Salahnya Lockdown

Jika kasus terus bertambah banyak, pemerintah bisa mengambil langkah karantina wilayah atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 30 Jun 2021 15:12 WIB

Author

Heru Haetami

Kasus Covid-19 Meningkat, DPR: Tak Ada Salahnya Lockdown

Warga berjalan di kawasan yang menerapkan lockdown skala mikro di Kelurahan Gandasari, Jatiuwung, Kota Tangerang, Selasa (8/6/2021). (ANTARA FOTO/Fauzan/nz)

KBR, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendorong pemerintah segera memperketat mobilitas masyarakat mengingat lonjakan kasus Covid-19 semakin mengkhawatirkan.

Anggota komisi bidang Kesehatan DPR RI Netty Prasetiyani mengatakan, jika kasus terus bertambah banyak, pemerintah bisa mengambil langkah karantina wilayah atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat.

Kata dia, langkah pengetatan itu bisa merujuk pada Undang-undang tentang Kekarantinaan Kesehatan.

"Kalau kemudian kebijakan ini lambat, kemudian tidak tepat tentu kita tidak berharap ya ini akan menjadi tsunami pandemi. Karena saya mendapatkan informasi juga dari teman, di DKI Jakarta 1 banding 25 warga DKI terpapar Covid-19. Ini tentu saja menjadi isyarat bagi pemerintah untuk tidak ragu mengambil kebijakan yang memang akan bisa mencegah persebaran Covid-19 yang begitu cepat," Kata Netty kepada KBR, Rabu (30/6/2021).

Netty berharap dengan lockdown sekitar dua pekan misalnya, bisa menekan kasus positif bahkan kasus aktif.

"Jadi kalau kemudian ada wacana lockdown, saya pikir tidak ada salahnya kalau itu diberlakukan pada wilayah yang menjadi episentrum atau wilayah dengan zona merah. Nah tentu mudah-mudahan dengan lockdown sekitar dua pekan misalnya itu mudah-mudahan bisa menekan kasus positif bahkan kasus aktif," sambungnya.

Netty juga mendorong pemerintah menambah fasilitas kesehatan lantaran masyarakat mulai kesulitan mendapat tempat tidur akibat lonjakan pasien. Ia menyarankan pembuatan rumah sakit lapangan atau menyulap gedung sekolah sebagai tempat isolasi mandiri.

"Hari ini hampir 90 persen tingkat keterisian tempat tidur di berbagai rumah sakit. Jadi hari ini hampir semua orang berteriak mencari tempat tidur mencari ruang rawat inap. Ini tentu harus segera direspon dengan kebijakan yang tepat," ungkapnya.

Netty juga mendesak pemerintah mempersiapkan SDM tenaga kesehatan dan kebutuhan obat-obatan untuk perawatan pasien Covid-19.

"Karena saya kemarin ke beberapa tempat di Bandung saja, mereka mengatakan persediaan oseltamivir menipis dan bahkan di beberapa tempat sudah tidak ada. Nah ini kan tentu saja menjadi sinyal bagi pemerintah untuk mengencangkan berbagai kebijakan, juga melakukan langkah-langkah yang cepat dan tepat agar kita tidak kehilangan momentum pada situasi dengan lonjakan kasus Covid-19 yang luar biasa," katanya.

Penambahan kasus Covid-19 di Indonesia menunjukan tren peningkatan, sejak libur Lebaran kemarin. Dalam beberapa hari terakhir ini, angka kasus harian mencapai 20 ribuan. DKI Jakarta menjadi provinsi yang menyumbang kasus terbanyak.

Editor: Wahyu Setiawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Akses Pendidikan untuk Asa Masa Depan Anak Pemulung

Kabar Baru Jam 8

Menteri Nadiem hendak Basmi Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan

Kabar Baru Jam 10