Harlah Pancasila, Jokowi Minta Waspadai Ideologi Transnasional Radikal

Ideologi transnasional semakin mudah masuk ke berbagai lini kehidupan masyarakat dengan berbagai cara dan berbagai strategi.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 02 Jun 2021 08:09 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Harlah Pancasila, Jokowi Minta Waspadai Ideologi Transnasional Radikal

Pegiat seni membawa lambang Garuda Indonesia saat kirab Grebeg Pancasila di Blitar, Jawa Timur, Rabu (31/5/2017). Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo meminta masyarakat mewaspadai masuknya ideologi transnasional radikal. Itu disampaikan Jokowi saat berpidato dalam upacara Hari Lahir Pancasila, di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/6/2021).

Kata Jokowi, ideologi transnasional radikal bisa dengan cepat masuk di era revolusi industri 4.0 yang menyediakan kemudahan berdialog, berinteraksi, dan berorganisasi dalam skala besar lintas negara.

Apalagi saat ini konektivitas 5G sudah masuk ke berbagai belahan dunia, sehingga interaksi juga semakin mudah dan cepat.

"Kemudahan ini bisa digunakan oleh ideolog-ideolog transnasional radikal untuk merambah ke seluruh pelosok Indonesia, ke seluruh kalangan, dan ke seluruh usia, tidak mengenal lokasi dan waktu. Kecepatan ekspansi ideologi transnasional radikal bisa melampaui standar normal ketika memanfaatkan disrupsi teknologi ini," kata Jokowi dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Selasa (1/6/2021).

Presiden Joko Widodo menyebut, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mempengaruhi lanskap kontestasi ideologi. Menurutnya, ideologi transnasional semakin mudah masuk ke berbagai lini kehidupan masyarakat dengan berbagai cara dan berbagai strategi.

Untuk itu dia meminta masyarakat menghadapi situasi ini dengan mendalami nilai-nilai Pancasila dengan cara-cara baru. Yakni memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama revolusi industri 4.0. 

Presiden menegaskan, Pancasila harus menjadi fondasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkeindonesiaan.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Melimpah Limbah Medis

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11