Cara Menteri BUMN Sehatkan Keuangan PLN yang Miliki Utang Ratusan Triliiun

PT PLN saat ini hanya bisa menekan belanja modal sebesar 24 persen.

BERITA | NASIONAL

Senin, 07 Jun 2021 11:53 WIB

Author

Resky Novianto

Cara Menteri BUMN Sehatkan Keuangan PLN yang Miliki Utang Ratusan Triliiun

Ilustrasi alat meteran prabayar PLN. Foto: payakumbuhkota.go.id

KBR, Jakarta- Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan utang PT PLN saat ini mencapai ratusan triliun rupiah. Hal itu disampaikan Erick saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Jumat, 4 Juni 2021.

Erick mengatakan cara yang bisa dilakukan untuk menyehatkan neraca keuangan perusahaan milik negara itu adalah dengan menekan belanja modal.

"PLN itu utangnya Rp500 triliun, tidak ada jalan kalau PLN itu tidak segera disehatkan. Salah satunya kenapa sejak awal kami meminta capex PLN ditekan sampai 50 persen, kalau Bapak-Bapak sama Ibu-Ibu ingat waktu itu seperti itu," ujar Erick di Kompleks Parlemen Senayan DPR RI, Jumat (4/6/2021).

Erick mengatakan PT PLN saat ini hanya bisa menekan belanja modal sebesar 24 persen. Karena itu, Erick meminta PLN melakukan negosiasi ulang utang PLN yang mencapai Rp500 triliun. Ia berharap PLN melakukan negosiasi dengan bunga yang lebih murah.

PLN tercatat mengantongi laba bersih Rp5,9 triliun. Capaian itu naik 38,6 persen dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya, yakni Rp4,3 triliun. Langkah efisiensi dan penghematan yang dilakukan PLN mampu menurunkan beban usaha cukup signifikan senilai Rp14,4 triliun. Semula beban usaha PLN pada 2019 sebesar Rp315,4 triliun, kemudian menjadi Rp301 triliun di 2020.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10