Biaya Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 akan Dibebankan ke Pemda

Salah satu alasannya adalah karena pemerintah tidak memiliki anggaran untuk membiayai hotel-hotel karantina. 

BERITA | NASIONAL

Kamis, 10 Jun 2021 08:28 WIB

Author

Yovinka Ayu

Biaya Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 akan Dibebankan ke Pemda

Ruang isolasi pasien Covid-19 di RSUD Suradadi, Tegal, Jawa Tengah, Rabu, (02/12/20). Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memastikan pembiayaan fasilitas isolasi mandiri untuk pasien Covid-19 di sejumlah hotel akan dibebankan ke pemerintah daerah. Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengklaim peralihan pembiayaan itu telah disepakati kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah.

“Pembiayaan isolasi mandiri yang awalnya tersentral oleh pemerintah pusat akan secara bertahap dilakukan terdesentralisasi kepada pemerintah daerah. Hal ini menimbang upaya penanganan Covid-19 terbaik sesuai dengan tantangan yang khas dari setiap daerah, dan diharapkan dapat disesuaikan secara lebih efektif,” kata Wiku Adisasmito dalam konferensi pers secara daring, Rabu (9/6/2021).

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan, pemerintah pusat siap membantu penanganan Covid-19 di daerah. Karena itu, pemerintah daerah diminta berkoordinasi dengan pemerintah pusat jika mengalami kendala terkait pengadaan tempat isolasi pasien yang terinfeksi Covid-19.

“Dimohon bagi pemerintah daerah yang mengalami kendala, khususnya pengadaan fasilitas isolasi maupun karantina mandiri bisa memanfaatkan forum komunikasi dengan pemerintah pusat untuk dapat dicari jalan keluarnya secara bersama-sama,” ucapnya.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menghentikan sementara pembiayaan hotel untuk isolasi pasien Covid-19 mulai 15 Juni 2021. Salah satu alasannya adalah karena pemerintah tidak memiliki anggaran untuk membiayai hotel-hotel karantina.

Editor: Sindu Dh

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10