covid-19

Benahi Garuda, Erick Thohir: Fokus ke Domestik, Jangan Gaya-gayaan

Dari wisatawan asing hanya 22 persen atau sekitar Rp300 triliun.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 03 Jun 2021 11:15 WIB

Benahi Garuda, Erick Thohir: Fokus ke Domestik, Jangan Gaya-gayaan

Pesawat Garuda Indonesia. Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Menteri BUMN Erick Thohir meminta PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk fokus ke penerbangan domestik, ketimbang internasional. Itu dilakukan sebagai salah satu upaya menyelamatkan keuangan Garuda yang memiliki utang Rp70 triliun. Menurut Erick, Indonesia yang merupakan negara kepulauan, mendukung untuk bisnis penerbangan.

"Nah, karena itu salah satu yang kita pasti fokuskan bahwa Garuda ke depan, Citilink ke depan, akan fokus kepada domestic market, bukan international market. Dan ini sudah kita bicarakan bukan pada saat sekarang. Di Bulan November Januari sebelum Covid-19, kepada direksi Garuda kita sudah bilang bahwa fokus domestik. Kita ini bukan bisnis gaya-gayaan, 'oh terbang ke luar negeri gaya', tapi domestik," kata Erick dalam konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN, Rabu (2/6/2021).

Menteri BUMN Erick Thohir menambahkan, data selama ini juga menunjukkan bahwa pariwisata Indonesia didominasi oleh wisatawan domestik dengan 78 persen. Kata Erick, wisatawan lokal menyumbang devisa negara hingga Rp1,4 kuadriliun. Sedangkan dari wisatawan asing hanya 22 persen atau sekitar Rp300 triliun.

"Kalau kita berbisnis, ya jelas ini (domestik) market-nya, bukan yang ini (internasional) market-nya. Dan kita negara kepulauan," jelasnya.

Erick memastikan tidak akan tinggal diam melihat permasalahan keuangan di tubuh Garuda.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Niatan Berantas Intoleransi di Lingkungan Pendidikan

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11