Marah, Jokowi Ancam Ganti Menteri dan Bubarkan Lembaga

“Saya harus ngomong apa adanya, nggak ada progres yang signifikan. Nggak ada. Kalau mau minta perpu lagi saya buatin perpu,"

BERITA | NASIONAL

Senin, 29 Jun 2020 00:32 WIB

Author

Dwi Reinjani

Marah, Jokowi Ancam Ganti Menteri dan Bubarkan Lembaga

Tangkapan layar video Presiden Jokowi marah diunggah Setpres, Minggu (28/06).

KBR, Jakarta-     Presiden Joko Widodo marah dan mengancam akan mengganti menteri hingga membubarkan lembaga negara. Hal itu ia sampaikan saat membuka sidang kabinet pada Kamis, 18 Juni lalu. 

Jokowi mengatakan dirinya kesal lantaran jajarannya tidak menunjukan hasil yang signifikan dalam penanganan Covid-19, setelah lebih dari 3 bulan pandemi terjadi. ia mengatakan banyak hal terbentur masalah administrasi sehingga bantuan tidak kunjung dapat dicairkan.

“Saya harus ngomong apa adanya, nggak ada progres yang signifikan. Nggak ada. Kalau mau minta perpu lagi saya buatin perpu, kalau yang sudah ada belum cukup. Asal untuk rakyat, asal untuk negara. Saya pertaruhkan reputasi politik saya. Jangan sampai ada hal yang justru mengganggu langkah-langlah extraordinary, betul-betul harus kita lakukan. Dan saya membuka yang namanya langkah, entah langkah politik, entah langkah pemerintahan. Akan saya buka, untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara. Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle,” ujar Jokowi, dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Presiden, Kamis (18/06/2020).

Dalam video yang baru dirilis oleh Biro Pers Istana, pada kanal Youtube Sekretaris Presiden, Minggu 28/06/2020 ini, Jokowi mengatakan, dirinya kesal lantaran tidak semua menterinya melakukan hal yang cepat dan tanggap. Bahkan ia mengatakan, seolah-olah ada jajarannya yang tidak merasa bahwa penanganan pandemi harus dilakukan secara serius dan cepat. 

“Bansos yang ditunggu masyarakat segera keluarkan. Kalau ada masalah lakukan tindakan lapangan. Meskipun sudah lumayan, tapi baru lumayan. Ini extra ordinary. Harusnya 100 persen. Di bidang ekonomi juga sama. Segera stimulus ekonomi bisa masuk ke usaha kecil, usaha mikro Mereka nunggu semuanya. jangan biarkan mereka mati dulu baru kita bantu, nggak ada artinya. berbahaya sekali kalau perasaan kita seperti nggak ada apa-apa. berbahaya sekali.” Ujarnya.

Ia meminta agar semua stimulus perekonomian langsung dicairkan, seperti belanja kementerian, tunjangan untuk dokter dan tim medis, bansos serta insentif bagi dunia usaha harus segera diturunkan. Hal itu dilakukan agar masyarakat bisa secara langsung mendapat manfaat dan bisa menggunakan bantuan tersebut untuk memutar roda perekonomian mereka dan juga negara. 

Baca: Bantuan Berkurang 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bangun Lumbung Pangan, Jokowi Tunjuk Kemenhan Bukan Kementan