JPPI: Mayoritas Warga Minta Kemendikbud Undur Jadwal Pendaftaran Siswa Baru

"Tahun lalu, PPDB online saja harus ngantri datang ke sekolah dari subuh untuk bisa masukkan data. Bagaimana dengan sekarang? Kemungkinan besar kekacauan akan kembali terulang."

BERITA | NASIONAL

Senin, 08 Jun 2020 13:40 WIB

Author

Muthia Kusuma

JPPI: Mayoritas Warga Minta Kemendikbud Undur Jadwal Pendaftaran Siswa Baru

Warga mencari informasi PPDB di SMKN 8 Bandung Jawa Barat, Kamis (4/6/2020). (Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi)

KBR, Jakarta - Sebagian besar masyarakat menginginkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) merevisi dan mengundur jadwal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020. 

Hal itu terlihat dari pantauan dan pengaduan yang diterima Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI).

Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji mengatakan PPDB yang digelar bulan Juni tidak mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat miskin yang terdampak pandemi COVID-19. Menurut Ubaid, hal itu menyulitkan warga membayar pendaftaran sekolah, uang gedung hingga biaya pembelian kuota internet untuk mengawal proses PPDB.

"Terkumpul sebanyak 1.225 suara yang masuk ke kami. Dari semuanya itu, jika ditotal hanya ada 24 persen  yang setuju dengan PPDB dan tahun ajaran baru pada Juli 2020. Sementara sisanya, ada 59 persen diundur sampai situasi pandemi berakhir. Ada juga 17 persen yang setuju diundur pada Januari 2021. Ini menunjukan bahwa PPDB di bulan Juni ini terlalu dipaksakan," ucap Ubaid saat dihubungi KBR, Senin, (8/6/2020).

Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji menambahkan, para orang tua juga keberatan jika harus membayar biaya untuk PPDB. Menurut Ubaid, akibat terdampak kesulitan ekonomi saat pandemi Covid-19, banyak orang tua tidak mampu membayar biaya SPP terutama pada jenjang SMA/SMK/MA. 

Selain itu, PPDB daring dinilai tidak akan berjalan efektif karena saat pandemi Covid-19, ada banyak hambatan untuk prosesi PPDB.

"Pada situasi normal saja, seperti pada tahun- sebelumnya, PPDB online menuai banyak masalah. Apalagi sekarang situasi pandemi, tentu sangat tidak efektif. Tahun lalu, PPDB online saja harus ngantri datang ke sekolah dari subuh untuk bisa masukkan data. Bagaimana dengan sekarang? Kemungkinan besar kekacauan akan kembali terulang," ungkap Ubaid.

Selain itu, pembelajaran daring dianggap tidak optimal karena terkendala masalah sarana dan akses internet. Oleh karena itu, JPPI mendorong Kemendikbud untuk meninjau ulang PPDB Juni 2020 ini yang masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Editor: Agus Luqman

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Valentino Rossi Akan Kembali Ke Arena Balap Pada MotoGP Eropa

Kisruh Rencana Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan KPK

Kabar Baru Jam 7

Nakesku Sayang, Nakesku Malang

Eps3. Ketika Burgermu Memanaskan Bumi