Hentikan PSBB, Surabaya dan dua Daerah di Jatim Siapkan Transisi Kenormalan Baru

"Tadi telah diambil langkah oleh para Bupati/Wali Kota tidak melanjutkan PSBB,"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 09 Jun 2020 09:36 WIB

Author

Budi Prasetiyo

Hentikan PSBB, Surabaya dan dua Daerah di Jatim Siapkan Transisi Kenormalan Baru

Warga mengikuti tes diagnostik cepat COVID-19 di TPU Ngagel, Surabaya, Jatim, Senin (8/6). (Antara/Didik S.)

KBR, Surabaya-  Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono mengatakan tiga kepala daerah tidak melanjutkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) meski pertambahan kasus positif Covid-19 di wilayah itu masih tinggi. Keputusan itu diambil tiga kepala daerah yakni Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo dan Kotamadya Surabaya dalam rapat evaluasi PSBB yang difasilitasi oleh Pemprov Jatim.

“Yang perlu diperhatikan saat menyusun Pergub, 8 Juni 2020 yaitu hari ini, (PSBB) sudah selesai. Tentunya hasil rapat secara teknis tadi malam, kemudian sore tadi telah diambil langkah para Bupati/Wali Kota tidak melanjutkan PSBB," katanya pada Senin(8/6/2020) malam.

Dia mengatakan, dengan berakhirnya PSBB yang berlaku hingga Senin (8/6/2020) tersebut, tiga kepala daerah bersepakat untuk menyiapkan masa transisi menuju kenormalan baru. Sebagai payung hukum, kata Sekdaprov Jatim, tiga kepala daerah akan menyiapkan Peraturan Wali Kota (Perwali) dan Peraturan Bupati (Perbup) untuk mengatur ketentuan dalam masa transisi pasca PSBB.

Sekdaprov Jatim mengatakan, penghentian PSBB itu merupakan usulan dari ketiga kepala daerah yang disampaikan kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Menurut dia, masa transisi Surabaya Raya akan berlaku pada 14 hari kedepan.

Sementara itu, Jatim kembali mencatat tambahan kasus baru positif tertinggi nasional dengan 328 kasus baru. Dari jumlah kasus baru itu, Surabaya Raya menyumbang 261 kasus yang meliputi Kota Surabaya 236 kasus, Kab Sidoarjo 20 kasus dan Kab Gresik 5 kasus.

Sementara itu, Ketua Gugus Tracing Satgaas Covid-19 Jatim, dr Kohar Haris Santoso mengatakan kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Jatim diprediksi akan meningkat dalam beberapa hari kedepan. Kondisi itu disebabkan karena Pemprov Jatim meningkatkan test massal ke beberapa daerah untuk menjaring OTG dengan Rapid Test ataupun Test Swab PCR. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Pemerintah Malaysia Perpanjang Masa Pengetatan Kegiatan Publik

Kembali Izinkan Umrah, Saudi Umumkan Ketentuan

Eps7. Jejak Kearifan Lokal Gambut

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi Covid-19, Suara Penolakan dari Garda Terdepan