52 Pedagang Positif Covid, Ini yang Dilakukan PD Pasar Jaya

"Dari 19 pasar itu yang sudah dites sebanyak 1.418 pedagang. Kemudian yang ditemukan hasil, yang sudah ada hasilnya itu ada 6 pasar. "

BERITA | NASIONAL

Jumat, 12 Jun 2020 10:00 WIB

Author

Wahyu Setiawan

52 Pedagang  Positif Covid, Ini yang  Dilakukan PD Pasar Jaya

Anggota Ditsamapta Polda Metro Jaya sosialisasi protokol kesehatan di Pasar Pagi Asemka, Jakbar, Rabu (27/5). (Antara/Sigid K.)

KBR, Jakarta-   Sebanyak 52 pedagang pasar tradisional di DKI Jakarta dinyatakan terinfeksi Covid-19. Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan, data itu didapat dari hasil tes di 19 pasar di Ibu Kota hingga 11 Juni 2020.

"Dari 19 pasar itu yang sudah dites sebanyak 1.418 pedagang. Kemudian yang ditemukan hasil, yang sudah ada hasilnya itu ada 6 pasar. Totalnya terpapar itu sebanyak 52 orang. Selebihnya yang 10 pasar masih menunggu hasil, 3 pasar dinyatakan negatif dari pengecekan," kata Arief dalam diskusi daring, Kamis (11/6/2020).

Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin menambahkan, dari enam pasar yang terpapar Covid-19, salah satunya yakni Pasar Klender dengan jumlah positif sebanyak 20 orang. Pasar-pasar yang ditemukan pasien positif Covid-19, langsung ditutup selama tiga hari untuk dilakukan sterilisasi dan penyemprotan menggunakan disinfektan.

Sementara pedagang yang dinyatakan positif langsung dirujuk untuk proses perawatan medis. Namun bagi pedagang yang positif tanpa gejala (OTG), diarahkan untuk melakukan isolasi secara mandiri.

Arief menyatakan, sejauh ini terdapat tiga pasar yang dinyatakan terbebas dari Covid-19 yakni Pasar Ciracas, Pasar Palmeriam, dan Pasar Kelapa Gading. Ia menargetkan jumlah pasar yang dilakukan pengetesan Covid-19 terus bertambah. Pasar-pasar yang selama masa pandemi tetap beroperasi akan diprioritaskan untuk dilakukan pengetesan.

Ia meminta masyarakat tetap tenang namun waspada, dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan jaga jarak. Pihaknya juga memastikan pasar-pasar di Jakarta menerapkan protokol kesehatan yang baik dalam mencegah Covid-19. Sebagai opsi lain, masyarakat juga diimbau melakukan belanja secara daring.

"Kami ingin melakukan sosialisasi kepada para pengunjung pasar dan pedagang pasar bahwasanya jalankanlah secara disiplin protap Covid-19 yang telah kami siapkan. Pertama gunakan masker, di pasar tradisional wajib gunakan masker. Yang kedua pedagang kita bekali dengan face shield sehingga mereka ketika melakukan pelayanan tidak ada hambatan-hambatan penyebaran," jelasnya. 

Pembukaan Mal

Pemprov DKI Jakarta memastikan pusat perbelanjaan atau mal bisa dibuka pada 15 Juni mendatang. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta pengelola mal yang akan dibuka mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Di antaranya memberi batas pengunjung sebesar 50 persen, mewajibkan penggunaan masker, serta ada pemeriksaan suhu di setiap pintu masuk.

"Pemprov DKI Jakarta sudah menetapkan bahwa tanggal 15 Juni pusat perbelanjaan akan bisa mulai beroperasi. Dan itu harus ada persiapan. Karena kita menyadari bahwa tiga bulan kegiatan berhenti itu karena alasan wabah penyakit. Karena alasannya wabah penyakit, maka pada saat mulai beroperasi, dia harus beroperasi untuk tetap membuat pengunjung merasa aman," ujar Anies saat meninjau simulasi pembukaan mal di daerah Jakarta Utara, Kamis (11/6/2020).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menambahkan, meski mal sudah boleh beroperasi, namun ada beberapa tempat yang tidak boleh dibuka selama masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Di antaranya bioskop, tempat bermain anak, fasilitas kebugaran, pameran atau pergelaran, hingga hall atau aula untuk resepsi.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Menunggu Sanksi Aparatur Tak Netral di Pilkada