Sambut Pasar Bebas, Pemerintah Dorong Sentra Rendang Berstandar Internasional

Sentra rendang di Payakumbuh, Sumatera Barat, dilaporkan sudah mendapat pesanan dari Arab Saudi sebanyak 70 ton rendang.

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Senin, 24 Jun 2019 18:51 WIB

Author

Adi Ahdiat

Sambut Pasar Bebas, Pemerintah Dorong Sentra Rendang Berstandar Internasional

Ilustrasi: Produk rendang dengan standarisasi internasional bisa menjadi komoditas ekspor. (Foto: Flickr/Kyle Lam)

KBR, Bukittinggi – Pemerintah menyiapkan langkah konkret untuk mendorong daya saing Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menghadapi perdagangan bebas. 

Asisten Deputi Kemenko Perekonomian, Iwan Faidi, mengatakan salah satu langkah itu adalah pelaksanaan program pembinaan sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Rendang di Payakumbuh, Sumatera Barat.

“Pemerintah sangat menyadari kondisi ini (pasar bebas), dan terus berupaya mencarikan solusinya dengan menciptakan dan mengembangkan berbagai pola-pola baru guna meningkatkan daya saing UMKM,” jelas Iwan dalam acara Rapat Koordinasi UMKM di Bukittinggi, Sumatera Barat, seperti disampaikan di situs resminya, Senin (24/6/2019).

Iwan mengaku, pihaknya telah melibatkan beberapa kementerian dan lembaga untuk mengembangkan IKM Rendang Payakumbuh.

“Kegiatan ini melibatkan kontribusi dari semua kementerian dan lembaga dalam menciptakan sentra IKM Rendang Payakumbuh yang terpadu dalam pembinaan, baik dari sisi pembangunan fisik maupun pembinaan dan pelatihannya,” kata Iwan.

Menurut laporan Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz, saat ini sentra IKM Rendang di daerahnya sudah mendapat pesanan dari Arab Saudi sebanyak 70 ton rendang.

“Untuk memenuhi permintaan ekspor itu, tentu diperlukan standarisasi internasional yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha di Sentra IKM Rendang seperti safety food, sanitasi ruang produksi, maupun komposisi kandungan makanan yang juga harus menjadi perhatian oleh Pemerintah Kota Payakumbuh dan K/L terkait,” kata Erwin.

Dengan langkah-langkah serupa, Kemenko Perekonomian mengaku ingin mendorong daya saing UMKM baik dari segi kuantitas maupun kualitas produksi.


Baca Juga: 

Sambut Pasar Bebas 2020, Pemkot Surabaya Bagikan Sertifikat Profesi Gratis untuk Pekerja 


Menyambut Pasar Bebas 2020

Mulai tahun 2020, negara-negara yang tergabung dalam Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) akan menerapkan kerja sama perdagangan bebas.

Hal ini telah disepakati 21 negara anggota APEC, termasuk Indonesia, dan telah dituangkan dalam dokumen The Bogor Goals.

Menurut Kementerian Luar Negeri, pasar bebas APEC akan memberlakukan penghilangan hambatan tarif dan non-tarif untuk peredaran barang, jasa dan investasi.

Pasar bebas APEC juga disebut akan menguatkan kerja sama antar negara di bidang ekonomi dan teknik. Mulai dari pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), ketahanan pangan, sampai penanganan bencana dan terorisme.

Editor: Citra Dyah Prastuti

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 8

PM Selandia Baru Akan Bersihkan Konten Ekstrimis di Dunia Online

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19