Meski Sudah Dibubarkan, HTI Ngotot Jalan Terus

"Tidak berarti kewajiban kita berdakwah berhenti. Pokoknya kita berdakwahlah, mau atas nama apapun yang penting dakwah jalan terus," kata Ismail Yusanto.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 07 Jun 2019 14:58 WIB

Author

Sadida Hafsyah

Meski Sudah Dibubarkan, HTI Ngotot Jalan Terus

Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia, Ismail Yusanto. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menegaskan, akan tetap menempuh jalan dakwah meskipun secara yuridis, organisasi itu sudah tidak lagi berbentuk badan hukum dan diakui sah secara undang-undang formal.

Juru Bicara HTI, Ismail Yusanto mengatakan, kegiatan dakwah akan terus berlangsung, baik atas nama HTI maupun antarpribadi. Alasannya, karena melaksanakan dakwah merupakan salah satu bagian dari kewajiban setiap muslim.

Terkait status hukum organisasi, Ismail menuturkan, HTI masih memiliki hak untuk berupaya secara hukum mendapatkan izin pendirian organisasinya kembali.

Hak itu masih berlaku hingga Agustus tahun ini, yaitu dengan melalui pengajuan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA).

Sebelumnya, MA menolak kasasi HTI terkait pembubaran organisasinya, pada Februari 2019. Sementara Pemerintah, secara resmi telah membubarkan HTI sejak 19 Juli 2017 lalu.

Terkait hal itu, HTI masih mempertimbangkan secara matang untuk mengajukan PK ke MA itu, atau tidak.

Hingga kini, kata Ismail, HTI masih terus berupaya mempersiapkan bukti-bukti baru berikut sejumlah persyaratan lain, yang dibutuhkan untuk pengajuan PK.

Cuitan Atasnama HTI

Belum lama Ismail Yusanto mendapat sorotan dan kecaman warganet setelah mencuit ucapan selamat Idulfitri melalui akun Twitter @ismail_yusanto.

"Atas nama keluarga besar HTI, saya mengucapkan Selamat Idul Fitri 1440 H," begitu Ismail menulis di Twitter dan mengatasnamakan juru bicara HTI.

Sejumlah warganet mempersoalkan Ismail yang masih mengatasnamakan HTI meski organisasi itu sudah dibubarkan pemerintah dan diperkuat dengan putusan kasasi Mahkamah Agung.

Menanggapi kecaman itu, Ismail mengklaim hal itu tidak perlu terlalu dipermasalahkan.

"Oh, enggak ada masalah. Apalagi mengucapkan Idulfitri, masa jadi masalah? Di situ kan minta maaf, lagi. Kegiatan dakwah itu sebuah kewajiban yang harus tetap ditunaikan dalam keadaan apapun. Sementara kalau urusan organisasi, itu urusan organisasi. Kalau izin dicabut, tidak berarti kewajiban kita berdakwah berhenti. Pokoknya kita berdakwahlah, mau atas nama apapun yang penting dakwah jalan terus," kata Ismail Yusanto kepada Sadida Hafsyah, jurnalis KBR (7/6/2019).  

Editor: Fadli Gaper 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Pekan Diplomasi Iklim

Pekan Diplomasi Iklim

Kabar Baru Jam 18