Ini Harga Listrik Energi Terbarukan, Mahal atau Murah?

Dalam lima tahun ke depan harganya diproyeksikan akan makin rendah lagi, hingga lebih murah dari listrik berbasis batu bara ataupun migas.

BERITA | INTERMEZZO | NASIONAL

Jumat, 21 Jun 2019 13:36 WIB

Author

Adi Ahdiat

Ini Harga Listrik Energi Terbarukan, Mahal atau Murah?

Ilustrasi: Turbin pembangkit listrik windpower menjadi sumber energi desa. (Foto: Pixabay/Lukas Bieri)

KBR, Jakarta- Harga listrik berbasis energi terbarukan kini semakin terjangkau. Kabar baik ini disampaikan International Renewable Energy Agency (IRENA), organisasi yang mempromosikan penggunaan energi bersih di seantero dunia. Menurut laporan Renewable Power Generation Costs in 2018 yang dirilis IRENA, sejak   2010 – 2018 biaya produksi listrik terbarukan sudah turun sekitar 46 persen.

Dalam lima tahun ke depan harganya diproyeksikan akan makin rendah lagi, hingga lebih murah dari listrik berbasis batu bara ataupun migas.

Berikut adalah rincian rata-rata harga listrik terbarukan global 2018, mulai dari yang berbasis tenaga air, angin, panas bumi, sampai tenaga surya.

Baca Juga:

Indonesia Berlimpah Sumber Energi Terbarukan? Cek Daftarnya!

Energi Terbarukan Kian Seksi di Mata Investor 

Peneliti: Proyek Infrastruktur Listrik Belum Bela Komitmen Lingkungan


Listrik Tenaga Air: Rp669/kWh

Listrik dari tenaga air atau hydropower adalah yang termurah dibanding pembangkit energi terbarukan lainnya. Rata-rata harga globalnya  2018 sekitar $0,047 atau Rp669/kilowatt-hour (kWh). Meski terhitung paling murah, biaya produksi listrik hydropower sangat bergantung pada sumber daya air dan kondisi geografis.

Negara-negara yang sumber airnya sedikit, sulit dijangkau, dan jauh dari infrastruktur, tentu akan membutuhkan biaya konstruksi yang lebih besar.

Saat ini negara pengguna teknologi hydropower terbesar di dunia adalah Tiongkok. Negeri tirai bambu ini juga berinvestasi besar-besaran untuk pembangkit listrik tenaga air, hingga harganya bisa lebih murah dibanding negara-negara lain.


Listrik Tenaga Angin: Rp796/kWh

Harga listrik tenaga angin atau windpower di dunia rata-rata sekitar $0,056 atau Rp796/kWh. Sudah turun 35 persen dari harga tahun 2010.

Penurunan harga windpower didorong oleh pengembangan teknologi turbin pembangkit listrik yang semakin efisien. Biayanya juga semakin murah karena makin banyak kompetisi di kalangan pemasok turbin global.

Sampai tahun 2018, negara-negara pengguna windpower terbesar adalah Tiongkok. Diikuti oleh Amerika Serikat, Brazil, Prancis dan Jerman.


Listrik Tenaga Panas Bumi: Rp1.024/kWh

Harga listrik tenaga panas bumi atau geothermal rata-ratanya $0,072 atau Rp1.024/kWh. Seperti halnya tenaga air, geothermal juga sangat bergantung pada potensi geografis.

Indonesia  merupakan negara yang kaya akan potensi panas bumi. Sebagai negara “Cincin Api”, Indonesia punya ratusan gunung api yang tersebar dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Kepulauan Banda, Halmahera, sampai Sulawesi.

Di sepanjang jalur itu terdapat 217 daerah potensial untuk pengembangan geothermal. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memperkirakan, potensi energi panas bumi totalnya mencapai 19.658 megawatt.

Menurut  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sampai   2018 Indonesia baru bisa memanfaatkan sekitar 2.000 megawatt saja.

Listrik Panel Surya: Rp1.209/kWh

Harga listrik panel surya atau solar photovoltaics berkisar $0,085 atau Rp1.209/kWh.

Unit pembangkit listrik panel surya diklaim mampu beroperasi hingga 25 tahun dengan perawatan minim, tidak memerlukan investasi besar, dan proses instalasinya tergolong mudah.

Menurut data IRENA, saat ini pasar terbesar teknologi panel surya adalah Tiongkok, India, Amerika Serikat, Jepang, Australia dan Jerman.


Mahal atau Murah?

Jika dilihat rata-ratanya, harga listrik energi terbarukan sudah lebih murah dari listrik berbasis migas, juga bisa bersaing dengan listrik batu bara.

Sebagai perbandingan, mari lihat harga listrik energi fosil di Indonesia yang dipaparkan Direktur Regional Jawa Barat PLN, Haryanto W. S, yakni:

  • Listrik dari bahan bakar minyak: di atas Rp2.000/kWh
  • Listrik dari bahan bakar gas: Rp1.300 – Rp1.500/kWh
  • Listrik dari batu bara: Rp680/kWh


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru jam 10

Kabar Baru jam 8

Kabar Baru Jam 7

AS Mempertimbangkan Rencana Untuk Mengirim Pasukan Ke Timur Tengah

Google dan Facebook Ingin Bangun Pusat Data di Indonesia