Hindari Puncak Arus Balik Sabtu-Minggu

Kapolri Tito Karnavian memperkirakan akhir pekan ini merupakan puncak arus balik karena sejumlah perkantoran sudah mulai beraktivitas pada Senin 10 Juni mendatang.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 05 Jun 2019 12:29 WIB

Author

Wahyu Setiawan, Dian Kurniati

Hindari Puncak Arus Balik Sabtu-Minggu

Kendaraan dari arah Jakarta memasuki gerbang tol Cikampek Utama, Cikampek, Jawa Barat, Selasa (4/6/2019). (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)

KBR, Jakarta - Puncak arus balik Lebaran tahun ini diprediksi terjadi pada Sabtu dan Minggu 8-9 Juni 2019.

Menurut Kapolri Tito Karnavian, akhir pekan ini merupakan puncak arus balik karena sejumlah perkantoran sudah mulai beraktivitas pada Senin 10 Juni mendatang.

Untuk itu Tito mengimbau agar pemudik balik lebih cepat untuk menghindari penumpukan kendaraan.

Selain itu untuk karyawan yang sudah mengajukan cuti, diimbau juga untuk balik setelah Minggu 9 Juni 2019.

"Kalau terjadi kepadatan yang luar biasa di Sabtu Minggu, usahakan jangan memaksakan diri. Meskipun kami sudah menyiapkan strategi, misalnya oneway. Dari Kalikangkung sampai Cawang mungkin bisa kita akan tembus itu. Termasuk daerah jalur selatan sudah ada rekayasa-rekayasa sendiri," kata Tito usai Salat Id di Masjid Al-Ikhlas Mabes Polri, Rabu (5/6/2019).

Kapolri Tito Karnavian juga mengimbu agar pemudik selalu memantau perkembangan arus lalu lintas baik di media, media sosial, maupun aplikasi peta daring.

PT Jasa Marga mencatat ada hampir 1,1 juta kendaraan telah meninggalkan Jakarta menuju arah timur, arah barat, dan arah selatan sejak H-7 sampai dengan H-2 lebaran.

Juru bicara Jasa Marga Irra Susiyanti mengatakan, angka tersebut naik 33 persen dibanding hari normal. Sedangkan pada H-1 lebaran, diperkirakan ada 200-an ribu kendaraan yang akan meninggalkan Jakarta.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Presiden Menghidupkan Jabatan Wakil Panglima TNI