Hadapi Krisis Air, Kementerian ESDM Akan Buat 750 Sumur Bor Baru

"Uang rakyat sudah semestinya kembali ke rakyat," kata perwakilan Kementerian ESDM.

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Kamis, 27 Jun 2019 16:58 WIB

Author

Adi Ahdiat

Hadapi Krisis Air, Kementerian ESDM Akan Buat 750 Sumur Bor Baru

Seorang perempuan mengambil air bersih di mata air pegunungan Desa Gunong Meuh, Aceh Barat (25/6/2019). Warga di sana terpaksa mengambil air ke pegunungan karena belum ada fasilitas dari PDAM. (Foto: ANTARA/Syifa Yulinnas)

KBR, Jakarta- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pembangunan 750 unit sumur bor baru di berbagai wilayah Indonesia. Namun, target itu baru akan dikejar tahun depan.

Menurut Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi, pembangunan 750 sumur bor akan menelan biaya sekitar Rp429 miliar dari APBN tahun depan.

"Komitmen Kementerian ESDM dalam pembangunan sumur bor adalah bagian dari peningkatan pelayanan berkeadilan sosial. Uang rakyat sudah semestinya kembali ke rakyat," kata Agung dalam rilisnya, Kamis (27/6/2019).

Ratusan sumur bor itu rencananya akan dibangun secara tersebar di daerah-daerah yang mengalami krisis air bersih serta daerah rawan bencana.

"Kami sudah alokasikan dana sekitar Rp7,1 miliar apabila ada kejadian bencana alam," jelas Agung.

Sumur bor yang akan dibangun memiliki kedalaman sekitar 125 meter dengan rata-rata debit air antara 1 - 2,4 liter per detik. Dengan kapasitas itu, tiap sumur diperkirakan bisa memenuhi kebutuhan sekitar 2.000 orang.

Untuk tahun ini, Kementerian ESDM mengatakan sudah merencanakan pembangunan 650 sumur bor air bersih di seluruh Indonesia.


Baca Juga:

Ini Daya Saing Infrastruktur Indonesia di Tingkat Global

Bappenas Dorong PDAM Sediakan Air Siap Minum   

BMKG Peringatkan Bencana Kekeringan di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara 


Puluhan Juta Orang Masih Kesulitan Mendapat Air Bersih

Menurut Global Competitiveness Report 2018 yang dirilis World Economic Forum (WEF), sampai tahun lalu kondisi akses air bersih di Indonesia masih tergolong buruk. Dari 140 negara di dunia, Indonesia menempati peringkat ke-92 dalam hal penyediaan air bersih.

WEF melaporkan sampai tahun 2018 masih ada sekitar 19 persen penduduk Indonesia atau 50 juta warga yang kesulitan mendapat air minum layak konsumsi.

Mengingat kini sejumlah provinsi Indonesia tengah dilanda kekeringan, warga yang terdampak krisis air diperkirakan makin bertambah.

Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) sendiri baru kemarin (26/6/2019) mendorong Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk menyediakan air keran siap minum di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, proyek itu akan menjadi salah satu prioritas pemerintah periode 2020 - 2024.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Inggris Bersikeras Tinggalkan Uni Eropa 31 Oktober 2019

Kabar Baru Jam 17

Foto Ikatan Besar Mahasiswa UI Tidak Akui Jokowi - Ma'ruf Hoaks

Jokowi Didesak Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM di Periode Kedua