Demo Putusan MK Tak Berizin, Komnas HAM: Polisi Harus Taat SOP

Komnas HAM mengingatkan, tindakan penyiksaan aparat terhadap massa yang tidak melawan tidak bisa dibenarkan.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 27 Jun 2019 13:53 WIB

Author

Adi Ahdiat

Demo Putusan MK Tak Berizin, Komnas HAM: Polisi Harus Taat SOP

Unjuk rasa terkait sidang putusan sengketa Pilpres 2019 di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (27/6/2019). (Foto: ANTARA/Nova Wahyudi)

KBR, Jakarta - Aksi unjuk rasa terkait putusan sengketa Pilpres 2019 di sekitaran Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, berlangsung tanpa izin dari pihak berwenang.

Seperti disampaikan Menko Polhukam, Wiranto, "Kalau ada demonstrasi berarti tidak ada izin. Kalau tidak ada izin, polisi berhak membubarkan," katanya, seperti dikutip Antara (26/6/2019).

Kendati polisi berhak membubarkan, Komnas HAM mengingatkan agar aparat senantiasa berpegang pada Standard Operational Procedure (SOP).

"Polisi sudah punya SOP, dan itu harus ditaati, misalnya mereka punya Peraturan Kapolri yang mewajibkan polisi menghormati HAM, ini harus dijalankan secara konsisten," tutur Wakil Ketua Komnas HAM bidang Eksternal HAM, Sandrayati Moniaga kepada Antara di Jakarta, Rabu (27/6/2019).

Sandrayati menjelaskan, Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 8 Tahun 2009 mengatur bahwa setiap orang berhak diadili melalui proses peradilan yang bebas dan tidak memihak.

Artinya, tindakan penyiksaan aparat terhadap massa yang tidak melawan tidak bisa dibenarkan. Seandainya ada anggota yang melanggar SOP maka ia harus dihukum.

Di sisi lain, Sandrayati juga mengingatkan massa agar menerima apapun putusan MK, berperilaku tertib, serta membubarkan diri sesuai waktu yang diatur dalam perundang-undangan.

"Apapun putusan pengadilan apalagi MK itu harus kita hormati dan negara ini berjuang panjang untuk bisa ada demokrasi untuk ada sistem demokratis, dan menghentikan segala bentuk-bentuk kekerasan," katanya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

20 Tahun Lagi, Lapisan Tanah Subur di Dataran Dieng Diperkirakan Terkikis Habis

Kabar Baru Jam 8

PM Selandia Baru Akan Bersihkan Konten Ekstrimis di Dunia Online

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 20