Warga Komplek Eks 3 Mei Tolak Hasil Pertemuan dengan TNI

TNI akan tetap membangun dua buah posko TNI di Komplek Eks 3 Mei yakni di area depan dan di belakang masjid mereka.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 05 Jun 2016 22:27 WIB

Author

Wydia Angga

Warga Komplek Eks 3 Mei Tolak Hasil Pertemuan dengan TNI

Foto: Antara

KBR, Jakarta - Warga Komplek Eks 3 Mei, Jakarta Timur menolak hasil pertemuan yang berlangsung antara TNI dengan warga di sana. Seorang Warga Kompleks Eks 3 Mei, Ary Setiyani mengatakan, pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih sejam itu menyebut bahwa TNI akan tetap membangun dua buah posko TNI di Komplek Eks 3 Mei yakni di area depan dan di belakang masjid mereka. 

Kata Ary, warga akan melapor kepada Komnas HAM dan berbagai pihak untuk meminta perlindungan hukum jika TNI tetap akan melaksanakan niatnya. 

"Di masjid ada, di depan juga ada kan itu malah lebih berabe. Kita sih nggak setuju. Kalau dari pihak warga tidak setuju untuk itu. Danremnya tadi kebetulan hadir, bilang mengapa diturunkan pasukan karena alasan ada pemukulan kepada TNI padahal itu sama sekali tidak ada pemukulan," tutur Ary kepada KBR (5/6/2016). 

Menurut Ary, warga sudah berkali-kali meminta penjelasan soal status tanah mereka, termasuk kepada Badan Pertanahan Nasional BPN. Jawabannya, tanah itu tidak bertuan. Fasilitas umum seperti masjid dan sekolah bahkan sudah bersertifikat. Itupun, kata Ary dipaksa dikosongkan TNI. 

Ary menambahkan selama ini warga kesal dengan tingkah personel TNI dari Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya/Jayakarta yang menggunakan masjid menjadi posko mereka. Apalagi, saat diminta bantuan melerai tawuran antar warga kemarin malam, TNI bergeming. Akibatnya, fasilitas seperti tenda TNI dihancurkan warga.

"Karena di sini bukan kawasan teroris atau segala macam yang perlu dijaga 24 jam oleh mereka, yang ternyata ngejaga pun mereka tidak ada gunanya kan di situ," tegasnya. 

Sebelumnya, warga Komplek Eks 3 Mei, Jakarta Timur tak setuju dengan isu penggusuran rumah yang mereka tinggali lebih dari 50 tahun. Warga meminta ganti rugi yang layak dari TNI, jika ingin menggusur rumah mereka. Namun, mereka tak menyebutkan rinci berapa besaran ganti rugi rumah warga.

Editor: Sasmito

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Meningkatkan Layanan Publik Melalui SPAN-L4POR

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12