Swasembada Daging, Jokowi: Butuh 10 Tahun

"Proses panjang dengan konsisten dan terus-menerus saya kira kita akan betul-betul dapat yang namanya tadi Swasembada daging."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 21 Jun 2016 21:26 WIB

Author

Ade Irmansyah

Swasembada Daging, Jokowi: Butuh 10 Tahun

Ilustrasi (sumber: PT Berdikari)

KBR, Jakarta- Pemerintah memperkirakan Indonesia masih membutuhkan waktu sekitar 10 tahun lagi untuk bisa swasembada daging sapi. Presiden Joko Widodo mengatakan, hai itupun menunggu program pembibitan sapi nasional menuai hasil.

Saat ini kata dia, rata-rata dibutuhkan kurang lebih 2 sampai dengan 3 juta bibit sapi setiap tahunnya. Untuk memenuhi kebutuhan itu kata dia, diperlukan proses pembibitan dan penggemukan sapi selama sekitar enam tahun. Dia menambahkan untuk bisa dikonsumsi, maka harus melalui proses hilirisasi, yang diperkirakan butuh waktu tambahan sekitar tiga tahun.

"Satu tahun kita membutuhkan kurang lebih 2 sampai 3 juta semen beku yang terus-menerus kalau itu sampai 6 tahun itu baru mencapai hulunya selesai Swasembada itu. Tapi itu kan masih di hilir kan lagi butuh 3 sampai 4 tahun sehingga 9 sampai 10 tahun bisa diselesaikan," ujarnya kepada wartawan di Peternakan Sapi Karya Anugrah Rumpin, Kabupaten, Bogor, Selasa (21/06). 

Jokowi melanjutkan, "dan ini harus dengan konsistensi yang tinggi terus menerus. Sehingga apa yang kita dari semua dari semua potensi yang ada itu sangat memungkinkan kita bisa tetapi harus konsisten dilakukan terus-menerus dan butuh waktu 9 sampai 10 tahun."

Kata dia, dalam proyek ini melibatkan berbagai pihak seperti peneliti LIPI, Kemenristek Dikti dan pihak swasta. Tujuannya kata dia, agar program ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan target.

"Ya kita ini mempunyai ada 7 lokasi yang sudah ada dan ini menurut saya sangat bagus karena melibatkan ada swasta nya ada peneliti Lipi nya ada Dikti di tempat yang lain seperti di Mangatas di Sumatera Barat. Ada juga nanti yang akan kita mulai dengan pola yang lain BUMN nanti berdikari juga akan melakukan hal yang sama seperti ini tetapi akan di-jointkan mungkin nanti dengan Spanyol atau Brazil sehingga ada pola-pola yang berbeda-beda tetapi kita semangatnya sama," ujarnya.

Oleh karenanya kata dia, untuk mengendalikan harga di pasaran stabil dan sambil menunggu swasembada daging sapi itu terjadi, impor daging sapi menjadi solusi paling tepat. Pasalnya kata dia,  langkah itu juga untuk mengantisipasi penyembelihan sapi-sapi betina untuk indukan ditingkat peternak karena kondisi harga sedang merangkak naik.

"Ya ini kan memang proses panjang bukan proses instan proses panjang dengan konsisten dan terus-menerus saya kira kita akan betul-betul dapat yang namanya tadi Swasembada daging. Ya sementara sebelum Swasembada mau tidak mau untuk konsumsi sementara dia sebagian impor karena kalau kita tidak impor justru induk induk sapi betina yang baik baik karena harga daging tinggi disembelih ini yang berbahaya ini yang harus dihindari juga," ujarnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18