Soal Daging Sapi, Mendag: Maaf Memperburuk Situasi

Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengakui, kementeriannya lamban mengeluarkan izin impor sapi bakalan yang seharusnya masuk awal tahun.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 19 Jun 2016 07:53 WIB

Author

Yudi Rachman

Soal Daging Sapi, Mendag: Maaf Memperburuk Situasi

Menteri Perdagangan Thomas Lembong. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengakui gejolak harga daging sapi dikarenakan ketidakbecusan pemerintah dalam mengelola tata niaga ternak sapi. Akibatnya, kata dia, stok daging sapi menjadi terbatas sehingga memicu kenaikan harga.

Selain itu, lembaganya juga lamban dalam mengeluarkan izin impor sapi bakalan. Kata dia, pemerintah hanya memberikan izin impor sapi bakalan sekitar 150 ribu ekor dari 650 ribu ekor yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan.

"Kami memperburuk situasi, maaf. Kita tahun ini lamban sekali mengeluarkan izin impor sapi bakalan untuk 2016. Jadi seharusnya kita keluarkan izin seluruhnya impor sapi bakalan 650 ribu ekor untuk 2016. Supaya pelaku usaha bisa mengatur timingnya sesuai musim dan kebutuhannya. Tenyata pada awal tahun hanya mengeluarkan izin 15o ribu ekor," jelasnya di Jakarta, Sabtu (18/6/2016).

Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengklaim, harga daging sapi sulit turun semenjak pemerintah memangkas kuota Impor. Dari 160 ribu ekor sapi per kuartal menjadi 50 ribu ekor sapi per kuartal pada tahun lalu.

"Jadi lonjakan harga daging sapi itu terjadi karena tahun lalu pemerintah mengurangi secara drastis dan mendadak pasokan sapi bakalan. Dan sejak saat itu harganya enggak pernah turun lagi," tambahnya. 

Editor: Sasmito

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18