Panglima TNI Hadir di Simposium Anti-PKI

Gatot mengatakan komunis akan muncul jika kesenjangan sosial dan kemiskinan terjadi.

BERITA , NASIONAL

Kamis, 02 Jun 2016 12:37 WIB

Author

Quinawaty Pasaribu

Panglima TNI Hadir di Simposium Anti-PKI

Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Foto: Quinawaty Pasaribu

KBR, Jakarta - Panglima TNI Gatot Nurmantyo menghadiri Simposium Anti-PKI di Balai Kartini, Jakarta. Dalam pidatonya, Gatot menyebut masyarakat harus mewaspadai bangkitnya komunis. 

Pasalnya kata dia, komunis akan muncul jika kesenjangan sosial dan kemiskinan terjadi. Tak hanya itu, mulai memudarnya budaya gotong royong, adalah awal mula hidupnya komunis.

"Kesenjangan sosial, kemiskinan, awal mula muncul komunis. Gotong rotong mulai dihilangkan. Tanpa ada gotongroyong mana mungkin ada bapak-bapak dan ibu-ibu ada di sini," kata Gatot di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (2 Juni 2016).

Gatot juga mengklaim, komunis muncul dalam dua peristiwa yang serupa. Yakni pada 1948 ketika pemerintahan yang baru berusia tiga tahun mengalami krisis. Dan pada 1965, yang didahului dengan krisis politik. 

"Jadi muncul saat krisis. Kewaspadaan ini, komunis kayak setan. Diam-diam muncul," tegasnya.

Simposium Anti-PKI yang digagas para purnawiran seperti Kiki Syahnakri, digelar selama dua hari yakni pada 1-2 Juni 2016. Simposium ini digelar atas penolakan mereka terhadap simposium nasional penyelesaian peristiwa 1965 yang disokong Kemenkopolhukam pada 18-19 April 2016 lalu. 

Simposium Anti-PKI ini dihadiri sejumlah pembicara semisal Yunahar Ilyas dari Muhamadiyah, Marsudi Suhud dari NU, Habib Riziek, Try Sutrisno, dan Alfian Tanjung.

Namun beberapa pembicara lainnya mengaku namanya dicatut oleh panitia acara tersebut. Salah satunya yaitu Bekas Ketua Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Nathan Setiabudi. Ia mengatakan belum pernah menerima undangan dari panitia baik secara tertulis ataupun lisan. Karena itu, Nathan memutuskan untuk tidak hadir di Simposium Anti-PKI ini.

Sementara itu, Dua menteri Kabinet Jokowi enggan menanggapi racauan pensiunan jenderal TNI, Kivlan Zein mengenai kebangkitan PKI. Mereka adalah Menteri Dalam Negeri Thahjo Kumolo dan Menteri Hukum HAM, Yasonna Laoly. Menteri ini meragukan data yang disampaikan Kivlan Zein mengenai PKI.  

Editor: Sasmito

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

News Beat

Kabar Baru Jam 8

What's Up Indonesia

News Beat