Ngabuburit dengan 'Iqropoly', Mainan Edukasi Perpaduan Iqro dan Monopoly

"Sebenarnya dimainkan kapan pun bisa. Tapi saat bulan puasa seperti ini, permainan ini bisa sambil ngabuburit," kata tim pencipta Iqropoly.

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Kamis, 16 Jun 2016 10:11 WIB

Author

Rafik Maeilana

Ngabuburit dengan 'Iqropoly', Mainan Edukasi Perpaduan Iqro dan Monopoly

Anak-anak di Kota Bogor Jawa Barat sedang mencoba permainan Iqropoly, sambil menunggu buka puasa. (Foto: Rafik Maeilana)

KBR, Bogor - Berawal dari minimnya permainam edukasi terhadap anak, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menciptakan permainan edukasi yang ramah bagi anak. Permainan ini diberi nama, Iqropoly.

Ketua Tim Pencipta Iqropoly, Agung Suharyana mengatakan, permainan ini merupakan perpaduan dari metode baca Alquran, Iqro dan Monopoly.

Agung mengatakan melalui permainan Iqropoly anak-anak bisa bermain sambil belajar pengetahuan agama. Ia yakin permainan ini sangat berguna bagi semua anak segala umur.

"Ini salah satu inovasi yang kami buat, yaitu bagaimana caranya mendidik anak khususnya agama Islam, tapi membuat anak-anak senang dan tidak bosan. Karena selama ini pendidikan agama Islam cenderung pasif. Kebanyakan di pendidikan lain aktif, tapi di agama terbilang pasif dan cenderung stagnan," katanya saat ditemui KBR, Kamis (16/6/2016).

"Permainan ini cocok untuk anak-anak usia pendidikan PAUD hingga SD. Terbukti permainan ini efektif, karena kita sudah melakukan pengujian di Kampung Adat Urug, yang unsur dinamisme-nya masih tinggi," imbuhnya.

Dinamisme merupakan kepercayaan terhadap roh atau hal gaib misterius yang tidak tampak.

Permainan Iqropoly dilakukan oleh dua hingga lima orang, dengan cara seperti permainan Monopoly pada umumnya yang membutuhkan dadu dan juga bidak permainan.

Namun yang membedakan, harus ada pembimbimg, karena setiap kolom yang dilalui, akan ada penjelasan soal agama yang akan diceritakan kepada anak.

"Selain itu, ada tanya jawab dari pembimbingnya kepada anak. Seperti nama-nama nabi, hafalan doa pendek serta gerakan solat dan lainnya," jelas Agung.

Agung menjelaskan, permainan edukatif ini sangat cocok dilakukan pada saat bulan Ramadan seperti sekarang.

Dari beberapa daerah yang dikunjungi untuk ujicoba, permainan ini dilakukan sembari menunggu datangnya waktu berbuka puasa.

"Sebenarnya dimainkan kapan pun bisa. Tapi saat bulan puasa seperti ini, permainan ini bisa sambil ngabuburit," kata dia.

Namun, Agung mengatakan permainan ini belum diluncurkan untuk komersial. Saat ini ia bersama timnya sedang melakukan pendaftaran hak paten, serta melakukan beberapa sosialisasi ke instansi pendidikan anak.

"Kita sosialisasi dulu sambil menunggu dipatenkan, banyak PAUD, TK dan SD yang sudah ingin meminta permainan ini," ujarnya.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Ngobrol Serius, Tapi Santai: Tips Hadapi Hoax dan Hate Speech

Kabar Baru Jam 7

Ramai-ramai Mudik Dini

Ramadan (Masih) dalam Pandemi Covid-19

Kabar Baru Jam 8