Bagikan:

Kementan: Harga Tinggi Sayur Bukan Karena Stok Terbatas

Sebab menurut Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Yanuardi, stok sayur dan hortikultura jelang Ramadan dan lebaran tahun ini dipastikan aman.

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 04 Jun 2016 21:38 WIB

Author

Yudi Rachman

Kementan: Harga Tinggi Sayur Bukan Karena Stok Terbatas

Pekerja membersihkan bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Kementerian Pertanian menyebut kenaikan harga sejumlah komoditas sayur di pasaran bukan lantaran minimnya pasokan. Sebab menurut Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Yanuardi, stok sayur dan hortikultura jelang Ramadan dan lebaran tahun ini dipastikan aman. Ia mengaku telah mengecek kesediaan pasokan untuk Juni dan Juli 2016.

Itu sebab Yanuardi menduga kenaikan harga tersebut dipicu permainan tengkulak di tingkat distributor.

"Secara umum untuk sayuran menurut saya tidak masalah. (Kalau harganya bermasalah berarti bukan dari faktor produksinya?) Iya, saya melihatnya begitu. Karena kami datang ke lapangan. Waktu itu kami kira data kami salah. Kami ajak teman-teman ke daerah ternyata lebih luas di lapangan dari pada data yang kami punya," jelas Yanuardi di Jakarta, Sabtu (4/6).

Ia pun melanjutkan, sentra-sentra utama produsen tanaman sayuran dan holtikultura terus dipantau untuk menjaga pasokan.

Yanuardi menambahkan, harga sejumlah komoditas sayur di pasar memang mulai naik bahkan saat belum memasuki Ramadan.

"Cabai merah di pasar induk harganya Rp 15.000 per Kg, tapi di ritel harga Rp 30.000 per Kg. Ini tadi pagi. Bawang merah di pasar induk Rp 26.000 hingga Rp 29.000, tapi di Pasar Minggu harganya bisa sampai Rp 35.000 hingga Rp 40.000," papar Yanuardi.

Padahal, kata dia, Juni dan Juli adalah musim panen. Sehingga mestinya harga bisa ditekan jika produksinya terus meningkat. Di samping itu, ia mengklaim, kementeriannya telah melakukan manajemen tanam sehingga pasokan akan terjaga terutama pada waktu-waktu khusus, seperti Ramadan dan Lebaran.

"Seperti bawang kita bikin manajemen di hari besar produksinya kami naikkan 10 persen. Kebutuhan di bulan Juni itu 81.157 Kg dan di Juli 89.615 Kg itu kebutuhan di Indonesia. Kami merencanakan produksi di bulan Juni bisa sampai 126.130 Kg dan di Juli sampai 137.807 Kg," ujarnya.


Editor: Nurika Manan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Memuja Idola Sampai Sebegitunya

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Most Popular / Trending