Gabungan Ormas Islam Bentuk Gerakan Anti-PKI

Mereka meminta pemerintah menindak tegas kegiatan yang menurut mereka mengarah pada penyebaran paham komunis

BERITA | NASIONAL

Jumat, 03 Jun 2016 14:21 WIB

Author

Randyka Wijaya

Gabungan Ormas Islam Bentuk Gerakan Anti-PKI

Aksi FPI membakar kain berlambang palu arit di Surabaya Jawa Timur (28/4). Foto: Antara

KBR, Jakarta- Gabungan organisasi masyarakat (ormas) Islam yang mengatasnamakan Barisan Ganyang Komunis Indonesia (BGKI) meminta pemerintah melarang kegiatan yang dinilai menyebarkan paham komunis. BGKI yang menyebut dirinya sebagai organisasi anti-PKI itu juga menyatakan menolak penyebaran marxisme dan leninisme. Koordinator Nasional BGKI Alfian Tanjung mengatakan pihaknya meminta pemerintah menindak tegas sejumlah kegiatan yang menurut mereka mengarah pada penyebaran paham komunis.

" Menindak tegas atribut berbau komunisme. Menuntut pemerintah melarang penayangan film yang mengarah ideologi komunis di antaranya Senyap dan Pulau Buru Tanah Air Beta," kata Alfian Tanjung di Jumat (03/05/2016).

Alfian melanjutkan, mereka juga meminta pemutaran kembali film G30S/PKI yang dibuat oleh sutradara Arifin C Noer dan operasi Trisula.

Sejumlah kegiatan yang menurut mereka menyebarkan paham komunis antara lain Belok Kiri Fest, Simposium tragedi 1965, ASEAN Literary Festival.  Kata menyebut kegiatan itu sebagai bentuk provokasi kalangan PKI. Selain itu mereka juga menuding gerakan buruh, tani, YPKP, LPRKROB, PAPERNAS sebagai bentuk ekskalasi gerakan PKI.

Mereka juga menuding adanya infiltrasi PKI dalam instansi pemerintah, TNI/Polri dan partai politik terutama PDI-P.

"PDI-P jelas Ribka Tjiptaning, Rieke Diah Pitaloka, Budiman Sudjatmiko, itu bisa disebutlah lihat aja konco-konconya. Jelas PKI banget kok, orang dia bikin buku kan Aku Bangga Jadi Anak PKI," imbuhnya.

Deklarasi yang dihadiri puluhan orang tersebut diklaim telah memiliki perwakilan di 12 daerah di Indonesia. Antara lain, Jakarta, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Lampung, Pacitan, Bogor, Depok, Tangerang dan lain-lain. Sementara perwakilan ormas Islam yang disebut bergabung di dalamnya antara lain Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Taruna Muslim dan Forum Lingkar Pena.

Editor: Malika  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kesiapan Mental sebelum Memutuskan Menikah

Kabar Baru Jam 8

Setahun Pandemi dan Masalah "Pandemic Fatigue"

Kabar Baru Jam 10