ESDM Targetkan PLTU Batang Rampung Tiga Tahun

"Dengan selesainya ini akan menambah pasokan untuk Jawa. Artinya, Jawa yang membutuhkan reserve margin 35 persen bisa terjaga."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 08 Jun 2016 15:48 WIB

Author

Dian Kurniati

ESDM Targetkan PLTU Batang Rampung Tiga Tahun

Ilustrasi: PLTU Paiton, Jatim. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said menargetkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang rampung dalam 36 bulan atau tiga tahun. Sudirman mengatakan, urusan pembebasan lahan untuk proyek itu sudah selesai dan proses konstruksi akan segera dimulai. 

"Itu kan konstruksi dikerjakan, mudah-mudahan 36 bulan ke depan bisa rampung. Tapi upacara (penandatanganan financial close) akan dilakukan besok di Istana Negara. Kalau teknisnya tetap jalan," kata Sudirman di kantor Kemenko Perekonomian, Rabu (8/6/2016). 

Sudirman melanjutkan, "dengan selesainya ini akan menambah pasokan untuk Jawa. Artinya, Jawa yang membutuhkan reserve margin 35 persen bisa terjaga. Kan dua kali 1.000 megawatt, jadi 2.000 megawatt."

Sudirman mengatakan, acara financial Close memang diundur, dari yang awalnya akan digelar hari ini di kantor Kemenko Perekonomian, menjadi besok di Istana Negara. Kata Sudirman, pengunduran acara karena permintaan Presiden Joko Widodo.

Pengerjaan proyek PLTU Batang sempat mandek selama empat tahun karena tersandung masalah pembebasan lahan dan pembiayaan. Proyek itu bernilai investasi sekira USD 4 miliar atau Rp 52 triliun. Proyek itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasokan listrik hingga 2.000 megawatt. Proyek itu akan dibangun dengan skema pembiayaan Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dengan penjaminan pemerintah bersama dengan PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap