Eks Relawan Tuduh Curang, Teman Ahok: Itu Karangan

"Yang tahu struktur internal Teman Ahok Pusat adalah kami berlima di sini. Kami yang tahu berapa total posko dan pengeluaran posko,"

BERITA | NASIONAL

Rabu, 22 Jun 2016 17:20 WIB

Author

Rio Tuasikal

Eks Relawan  Tuduh Curang, Teman Ahok: Itu Karangan

Ilustrasi: Relawan Teman Ahok memeriksa wadah berisi data KTP dukungan warga Jakarta kepada bakal calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Sekretariat Teman Ahok, Jakarta, Minggu (19/6).

KBR, Jakarta- Pengurus Teman Ahok membantah tudingan bekas relawan tentang  dana Rupiah 6,6 miliar yang tidak dimasukan dalam laporan keuangan. Pendiri Teman Ahok, Singgih Widiyastomo, mengatakan data itu tidak sesuai dengan catatan administrasi.

Kata dia, jumlah posko, penangjungjawab posko, laptop, dan printer dalam data itu melebihi jumlah yang sebenarnya.

"Kami bisa pastikan ini karangan belaka," ujarnya dalam konferensi pers di sekretariat Teman Ahok, Pejaten, Jakarta, Rabu (22/6/2016) sore.

"Yang tahu struktur internal Teman Ahok Pusat adalah kami berlima di sini. Kami yang tahu berapa total posko dan pengeluaran posko," jelasnya lagi.

Singgih menjelaskan, hanya ada 70-an posko Teman Ahok yang sekarang aktif. Bahkan pada awal Agustus tahun lalu, hanya ada 15 posko.

Angka itu jauh lebih kecil dari perhitungan bekas relawan yang mencatat posko ada 153 buah sepanjang Juni-Desember 2015. Sehingga, kata Singgih, perhitungan bekas relawan soal biaya operasional posko tidak tepat.

Selain itu, tambahnya, ada beberapa biaya yang tidak dikeluarkan. Misalnya biaya percetakan Koran Teman Ahok yang merupakan donasi pemilik percetakan. Selain itu merk printer yang disebut bekas relawan berbeda dengan yang dibeli Teman Ahok.

Dalam laporan keuangan Juni-Desember, Teman Ahok mengklaim menggunakan dana Rp 2,9 miliar (2.984.487.838). Laporan terbaru belum disusun karena relawan sedang mengejar target pengumpulan KTP dan menyiapkan verifikasi faktual.

Sebelumnya, lima bekas relawan Teman Ahok menyatakan pengurus kelompok itu berbohong soal dana yang digunakan selama Juni-Desember 2015. Mereka menuding ada total dana 6,6 miliar (6.634.200.000) yang tidak dilaporkan.

Baca: Pengurus Tertutup

Angka itu merupakan honor penanggung jawab (PJ) pengumpulan KTP dan koordinator posko. Selain itu ada biaya operasional dan pengadaan barang yang menurut mereka tidak dimasukan. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme