Calon Tunggal Kapolri, Kontras: Tito Represif

"Kebijakan Tito yang spektakuler tetapi tidak memiliki logika pengawasan, akuntabilitas di struktur BNPT, yang menyebut dia tidak ingin diawasi cukup DPR saja"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 16 Jun 2016 23:06 WIB

Author

Eli Kamilah

Calon Tunggal Kapolri, Kontras: Tito Represif

Calon Kapolri Tito Karnavian. (Foto: BNPT)

KBR, Jakarta- LSM HAM Kontras menilai sosok calon Kapolri  Tito Karnavian erat dengan pola penanganan represif, baik dalam terorisme ataupun penegakan hukum kepada masyarakat. Wakil Koordinator Kontras, Puri Kencana Putri mengatakan saat menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya banyak penegakan hukum yang dilakukan Tito tidak humanis, dan cenderung brutal.

Di antaranya  penggusuran Kalijodo, penggusuran kampung pulo dan penangkapan mahasiswa Papua di Thamrin Jakarta.

"Catatan kontras soal penanganan isu terosime yang masih kacau balau di Indonesia. Bagaimana Tito menangani Papua yang masih represif. Kebijakan Tito yang spektakuler tetapi tidak memiliki logika pengawasan, akuntabilitas di struktur BNPT, yang menyebut dia tidak ingin diawasi cukup DPR saja dalam struktur BNPT," kata Puri kepada KBR, Kamis (16/6/2016)

Puri menambahkan meski Tito memiliki kemampuan  untuk posisi calon Kapolri, namun Kontras mempertanyakan apakah ada evaluasi dari penanganan terorisme dan penegakan hukum yang dilakukan Tito.

"Apakah sudah diaudit tindakan Tito tersebut, padahal Komnas Ham sudah mengeluarkan catatan. Apakah praktek-praktek ini akan terus terjadi," ujarnya.

Kata dia, publik harus menagih komitmen Tito sebelum dia menjabat orang nomer 1 di kepolisian. Terutama banyak PR yang harus dibenahi kepolisian. Salah satunya soal kriminalisasi yang banyak dilakukan kepolisian, penyiksaan terhadap pelaku teroris atau kriminal yang brutal.

Catatan Kontras Saat Tito Karnavian Menjabat Kapolda Metro Jaya adalah soal beberapa kasus, seperti pengerakan pasukan dalam penggusuran Kalijodo, Bentrokan penggusuran Kampung Pulo dan Bukit Duri. Selain itu Tito juga sempat memberikan pernyataan soal premanisme yang wajib dilawan habis, seperti melawan separatis Papua. Tito juga dinilai terlibat dalam aksi Pembubaran dan kriminalisasi aksi buruh pada 30 Oktober 2015.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Antisipasi Arus Balik Pemudik ke Jakarta