Bagikan:

Serapan Anggaran Pemeliharaan Pantura Rendah, Kemenpupera Klaim Ada Efisiensi

Menteri PU sebut dengan nilai yang lebih rendah, dia menjamin kualitas pemeliharaan pantura sesuai standar.

BERITA | NASIONAL | NASIONAL

Rabu, 17 Jun 2015 16:40 WIB

Author

Yudi Rachman

Menteri PU dan PR Basuki Hadimuljono. Foto: Antara

Menteri PU dan PR Basuki Hadimuljono. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengklaim ada efisiensi dalam pengunaan anggaran proyek pemeliharaan jalan di pantura. Menurut Menteri Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, ada beberapa efisiensi yang dilakukan dalam pengerjaan pemeliharaan pantura sehingga serapan anggara lebih rendah dari pagu yang siapkan. Namun kata, dengan nilai yang lebih rendah,dia menjamin kualitas pemeliharaan pantura sesuai standar.

"Jadi pantura yang 2013 sebesar Rp 900 miliar sekian hanya dikerjakan, jadi ada efisiensi malahan. Dari alokasi Rp 900 miliar sekian terserap Rp 800 miliar sekian dengan target fisik tercapai 100 persen. Di tahun 2014 juga begitu Rp 1.4 triliun target fisiknya tercapai, anggaran yang dibelanjakan Rp 1.2 triliun. " Ujar Hadi.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menambahkan, untuk  mempertahankan kualitas jalan di pantura, lembaganya sedang menyusun program pembangunan drainase di jalan nasional pantura yang mencapai 1600 kilometer.

Saya kira kalau pemeliharaan itu ada kontrak, ada swakelola ada yang kontrak, pasti ada sisa tender," jelas Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimujono, di Jakarta, Rabu (17/6). 

Kata dia, drainase diperlukan agar kualitas jalan tidak tergerus di saat hujan. 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Bebas Visa, Turis Tiongkok Disambut di Thailand

Ratusan Hektare Lahan Jagung Gagal Panen

Kabar Baru Jam 8

Derita dan Luka Korban Kawin Tangkap (Bag.2)

Most Popular / Trending