Revisi UU KPK Bentuk Serangan Balik Upaya Pemberantasan Korupsi

PUKAT UGM nilai rencana revisi UU KPK yang diputuskan dalam rapat paripurna DPR merupakan serangan terhadap pemberantasan korupsi.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 23 Jun 2015 21:12 WIB

Author

Yudi Rachman

Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Hifdzil Alim (Kiri). Foto:

Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Hifdzil Alim (Kiri). Foto: Antara

KBR, Jakarta - Pusat Kajian Antikorupsi (PUKAT) UGM menilai rencana revisi UU KPK yang diputuskan dalam rapat paripurna DPR merupakan serangan terhadap upaya pemberantasan korupsi.  Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Hifdzil Alim mengatakan rencana revisi yang masuk dalam prioritas legilasi nasional menandakan ada upaya untuk mengamputasi kewenangan KPK melalui revisi pasal-pasal penting.

"Apa kata yang tepat untuk menggambarkan itu kecuali ini serangan yang amat vulgar terhadap pemberantasan korupsi. Nah, revisi undang-undang bukan sesuatu yang haram karena itu bagian dari tugas dan kewenangan DPR, tugas legislasi, boleh-boleh saja hanya belakang ini materi revisinya seperti mengamputasi," jelas Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Hifdzil Alim kepada KBR, Selasa (23/6/2015).

Sebelumnya, dalam rapat paripurna DPR yang diputuskan siang tadi diputuskan revisi UU KPK masuk dalam prolegnas prioritas tahun 2015. Artinya, revisi UU tersebut wajib dibahas pada periode masa sidang tahun ini. Menanggapi hal itu, pelaksana tugas pimpinan KPK Johan Budi menilai, tidak ada urgensi untuk melakukan revisi UU KPK. Karena menurut dia, hal yang penting adalah melakukan revisi KUHP, KUHAP dan UU Tipikor.

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Foto Ikatan Besar Mahasiswa UI Tidak Akui Jokowi - Ma'ruf Hoaks

Jokowi Didesak Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM di Periode Kedua

Kanker Payudara dan Tubuh Perempuan

Kabar Baru Jam 15