Puluhan Desa Di Pati Krisis Air

Puluhan desa di Pati sejak beberapa pekan terakhir ini, mengalami krisis air bersih. Warga melalui pemerintahan desa setempat telah meminta bantuan pengiriman air untuk memenuhi kebutuhan.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 26 Jun 2015 11:20 WIB

Author

Agus Pambudi

Puluhan Desa Di Pati Krisis Air

Warga Mengantri Air/AGUS PAMBUDI

KBR, Pati - Puluhan desa di Pati sejak beberapa pekan terakhir ini, mengalami krisis air bersih. Warga melalui pemerintahan desa setempat telah meminta bantuan pengiriman air untuk memenuhi kebutuhan. Mereka tersebar di tiga kecamatan, yang merupakan daerah langganan krisis air saat musim kemarau.

Menanggapi hal itu, Kasubid Pengembangan Kemasyarakatan, Bakorwil I Provinsi Jawa Tengah Suyatman mengatakan, telah memberikan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

“Penyaluran bantuan air bersih di tiga kecamatan tersebut, sudah 156 tangki. Itu sebagai tindaklanjut permohonan kemarin yang sudah dikirim ke lokasi. Rerata setiap harinya, Bakorwil I Pati menyalurkan 10 hingga 15 tangki. Namun untuk sekarang berhenti lebih dulu,” terangnya.

Suyatman menambahkan, untuk bantuan yang sudah disalurkan itu diantaranya 16 desa di Kecamatan Winong, 4 desa di Kecamatan Jakenan, dan 10 desa di Kecamatan Gabus. Bakorwil I/Pati, telah mengalokasikan 1.512 tangki air bersih, untuk membantu Kabupaten/Kota di wilayah Bakorwil I/Pati, yang warganya membutuhkan atau mengalami krisis air bersih. Seperti Kabupaten Grobogan, Kabupaten Rembang, dan Kabupaten Blora.


Editor : Sasmito Madrim 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 7

Ragam Bisnis Sustainable Fashion

Kabar Baru Jam 8

Akses Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas termasuk Orang dengan Kusta