Polisi Bantah Lembaganya Sebut AA Mengancam Agus

Polisi masih mendalami keterangan AA soal kedekatan dan hubungannya dengan kedua tersangka, Agus dan Margriet serta korban, yakni Angeline.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 16 Jun 2015 19:10 WIB

Author

Yudi Rachman

Rumah kediaman Margreit jalan Sedap Malam no.26, Kesiman Denpasar yang sudah di pasang garis polisi.

Rumah kediaman Margreit jalan Sedap Malam no.26, Kesiman Denpasar yang sudah di pasang garis polisi. Foo: KBR/ Yulius Martoni

KBR, Jakarta - Kepolisian Daerah Bali hingga kini masih memperdalam keterangan AA soal kedekatan dan hubungannya dengan kedua tersangka, Agus dan Margriet serta korban yakni Angeline. Juru Bicara Polda Bali Herry Wiyanto membantah, lembaganya pernah mengungkap informasi soal ancaman AA kepada Agus. Menurut Herry, penyidik belum bisa mengambil kesimpulan lantaran keterangan Agus yang berubah-ubah. Hingga kini, pihaknya masih memeriksa tersangka menggunakan bantuan pendeteksi kebohongan atau lie detector.

"Sebenarnya kita tidak pernah ada informasi atau keterangan bahwa untuk AA itu mengancam Agus, tidak pernah ada keterangan baik itu dari AGS maupun dari AA bahwa AA pernah mengancam AGS, itu tidak pernah, tidak ada itu. Ya untuk sementara AA ini masih sebagai saksi, kita juga sudah beberapa kali melakukan pemeriksaan sebagai saksi karena memang AA ini sebagai perantara antara bu Margriet dengan tersangka AGS," jelas Juru bicara Polda Bali Hery Wiyanto kepada KBR, Selasa (16/6/2015).

Juru bicara Polda Bali Hery Wiyanto menambahkan, pengakuan pembunuh Angeline, Agus Hamdani terkait kematian bocah usia delapan itu terus berubah-ubah. Dia menduga, hal tersebut disebabkan lantaran kebencian Agus kepada Margriet, yang menjadi majikannya. Selain pengujian dengan alat deteksi kebohongan atau lie detector, kepolisian juga akan meneliti kondisi psikologis tersangka Agus Hamdani.

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 7

Ragam Bisnis Sustainable Fashion

Kabar Baru Jam 8

Akses Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas termasuk Orang dengan Kusta