KMP Tolak Masuk Kabinet Jokowi

Politisi KMP dari Partai Keadilan Sejahtera, Fahri Hamzah mengatakan, pihaknya menilai pemerintah lebih baik fokus bekerja ketimbang mengurusi politik.

BERITA | NASIONAL

Senin, 29 Jun 2015 12:13 WIB

Author

Ninik Yuniati

KMP Tolak Masuk Kabinet Jokowi

Politisi PKS, Fahri Hamzah.(ANTARAFOTO)

KBR, Jakarta - Oposisi pemerintah di DPR menolak ajakan masuk kabinet Presiden Joko Widodo. Ini menyusul adanya desakan agar Jokowi memberikan kursi menteri kepada Koalisi Merah Putih (KMP) demi menjaga stabilitas politik.

Politisi KMP dari Partai Keadilan Sejahtera, Fahri Hamzah mengatakan, pihaknya menilai pemerintah lebih baik fokus bekerja ketimbang mengurusi politik. Kata dia, banyak masalah yang harus dibenahi pemerintah, terutama terkait pelambatan ekonomi.

"Nggak lah, kerja aja dulu sendiri, kami nggak ada agenda itu, kan kami nggak ganggu. Kecuali kalau kami ganggu, dan nggak ada niat itu, kita nahan diri terus, jadi silakan. Jadi nggak usah ngajak-ngajak gitu lho, jadi jangan mikirin KMP dulu, KMP akan jaga pemerintah baik-baik, tapi tolong selesaikan masalah yang ada," kata Fahri di Gedung DPR, (29/8).

Politisi KMP dari PKS Fahri Hamzah menambahkan, sejak dilantik, pemerintahan Jokowi sering tidak konsisten. Ini ditunjukkan dalam beberapa kesempatan, misalnya, penolakan pemerintah atas masuknya revisi UU KPK ke dalam program legislasi prioritas tahun ini. Padahal usulan tersebut merupakan inisiatif pemerintah.  

"Dari awal kita minta presiden, memasukkan UU KUHAP, KUHP, tidak ada bergeming, begitu uu KPK diubah, dipakai alasan, jangan buru-buru dong KPK, KUHAP, KUHP aja dulu. Kita bingung, kau yang mulai kau yang mengakhiri ini ceritanya," jelas Fahri.

Contoh lainnya, kata Fahri yaitu anggaran bantuan partai politik yang juga diajukan pemerintah. Namun, anggaran tersebut dihentikan karena mendapat desakan dari berbagai pihak.


Editor : Sasmito Madrim

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Polisi Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Beraksi Sendiri