Kemenkopolhukam Kantongi Identitas Penyelundup Pengungsi Rohingya dan Bangladesh

Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan mengaku sudah mengantongi identitas pelaku penyelundupan pengungsi Rohingya.

BERITA , NASIONAL

Sabtu, 27 Jun 2015 18:28 WIB

Author

Erwin Jalaludin

Kemenkopolhukam Kantongi Identitas Penyelundup Pengungsi Rohingya dan Bangladesh

Pengungsi Rohingya di Aceh. (Foto: Erwin Jalaludin)

KBR, Lhokseumawe – Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan mengaku sudah mengantongi identitas pelaku penyelundupan pengungsi Rohingya.  Kepala Bidang Penanganan Kejahatan Luar Biasa Kemenkopolhukam, Imran Yunus mengatakan identitas pelaku tersebut didapatkan sesuai hasil data laporan sementara yang diperoleh dari aparat penegak hukum.  

Kata Imran, Polri bersama imigrasi terus melakukan pengembangan lebih lanjut untuk mengusut tuntas kasus penyebab terdamparnya warga Myanmar dan Bangladesh di Aceh. Ia meyakini, ada pihak-pihak tertentu yang bermain dalam kasus tersebut.

” Siapa orangnya, memang Kita sudah dapat nama-namanya! Tapi biasanya ini pengalaman pasti ada yang ikut didalamnya (rombongan pengungsi rohingnya-red) disitu ada. Biarlah nanti koordinasi dengan imigrasi bagaimana mengungkap ini pelaku-pelakunya, ” kata Imran dalam rapat koordinasi terkait pengungsi rohingnya berlangsung di Pendopo Bupati Aceh Utara.

Sebelumnya seribuan pengungsi Rohingya ditemukan terdampar di Provinsi Aceh. Untuk pengungsi imigran di Kabupaten Aceh Utara ditempatkan di penampungan sementara bekas kantor Imigrasi Lhokseumawe dan Barak Relokasi di Desa Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur. Sedangkan di Aceh Timur terpusat di TPI Kuala Langsa.

Editor: Erric Permana 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 8

TNI Disusupi Radikalisme

News Beat

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 20