Dirjen HAM Periksa Laporan Tingginya Penyiksaan di Penjara

Tingginya penyiksaan di penjara disebabkan kesewenangan sipir dan ketidaktahuan sipir soal hukum dan HAM.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 25 Jun 2015 17:30 WIB

Author

Yudi Rachman

Ilustrasi penjara. Foto: Antara

Ilustrasi penjara. Foto: Antara

KBR,Jakarta - Direktur Jenderal Hak Azasi Manusia Mualimin Abdi akan mengecek soal tingginya data penyiksaan yang dilakukan oleh aparat sipir penjara di tahanan. Menurut Mualimin, tingginya penyiksaan bisa disebabkan karena kesewenangan sipir dan ketidaktahuan sipir soal hukum dan HAM. Kata dia, direktoratnya akan melakukan koordinasi dengan Direktorat Lembaga Pemasyarakatan agar kasus penyiksaan di dalam Lapas tidak terjadi.

"Kami akan cross check apabila penyiksaan itu betul yang sudah dilakukan pemantauan oleh Kontras, tentunya kami selaku Dirjen HAM akan memberikan masukan kepada yang bersangkutan. Tentunya yang pertama agar insaf dulu agar ke depan tidak boleh melakukan penyiksaan siapa pun dia. Kedua, kalau diajak insaf tidak mau ya tentunya dengan instrumen yang lain," jelas Dirjen HAM Mualimin Abdi di Jakarta, Kamis (25/6).

Sebelumnya, sepanjang Juni 2014 sampai Juni 2015, Kontras mencatat ada 15 kasus penyiksaan di lapas yang dilakukan oleh sipir penjara. Tak hanya itu, Kontras juga mencatat lemahnya pengawasan internal sehingga pelaku penyiksaan lolos dari hukuman.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Pemerintah akan Evaluasi Peningkatan Serapan Anggaran

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17