Wisma Dolly Masih Beroperasi, Pemkot Surabaya Bakal Razia

KBR, Jakarta - Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur akan merazia wisma-wisma di lokalisasi Dolly dan Jarak yang masih beroperasi pada hari kelima setelah penutupan 18 Juni lalu.

NASIONAL

Sabtu, 21 Jun 2014 10:58 WIB

Author

Khusnul Khotimah

Wisma Dolly Masih Beroperasi, Pemkot Surabaya Bakal Razia

wisma, dolly, surabaya, muhammad fikser

KBR, Jakarta - Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur akan merazia wisma-wisma di lokalisasi Dolly dan Jarak yang masih beroperasi pada hari kelima setelah penutupan 18 Juni lalu. Juru bicara Pemerintah Kota Surabaya, Muhammad Fikser mengatakan, saat ini pemerintah kota masih memberikan toleransi untuk peralihan pekerjaan para pekerja seks. Selain itu, Fikser juga berharap toleransi tersebut dapat dimanfaatkan pekerja seks Dolly untuk mengambil uang bantuan jatah hidup sebesar Rp5 juta.

“Penegakan secara Peraturan Daerah dan koordinasi dengan kepolisian sudah tegas. Artinya mereka tidak diperkenankan untuk melakukan aktifitas prostitusi di situ. Mereka bisa dijerat dengan pasal perdagangan manusia atau tindakan asusila, “ kata Juru bicara Pemerintah Kota Surabaya Muhammad Fikser kepada KBR (21/6).

Deklarasi penutupan lokalisasi terbesar di Asia Tenggara, Dolly dan Jarak di Surabaya telah dilakukan pada Selasa pekan lalu. Meski demikian, masih banyak wisma yang masih beroperasi di lokalisasi tersebut. Sementara itu, beberapa pekerja seks yang sudah mengambil uang bantuan kompensasi mulai meninggalkan Dolly dan kembali ke kampung halaman.



Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Ragam Bisnis Sustainable Fashion

Kabar Baru Jam 8

Akses Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas termasuk Orang dengan Kusta

Menyoal Kriteria Pemberian Vaksin Booster Covid-19