Tujuh Gereja di Cianjur Mengadu ke Komnas HAM

Jemaat tujuh gereja yang ditutup di Cianjur, Jawa Barat, mengadu ke Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM), Senin (2/7).

NASIONAL | BERITA

Senin, 02 Jun 2014 15:32 WIB

Author

Rio Tuasikal

Tujuh Gereja di Cianjur Mengadu ke Komnas HAM

cianjur, gereja, komnas ham

KBR, Jakarta - Jemaat tujuh  gereja yang ditutup di Cianjur, Jawa Barat, mengadu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Senin (2/7). 

Perwakilan gereja, Oferlin Hia mengatakan,  tujuh gereja ditutup oleh pemda padahal sudah berdiri sejak lama serta memiliki surat izin warga dan kecamatan. Selain itu, sampai saat ini semua gereja tidak pernah punya masalah dengan warga muslim di sekitarnya.

"Kami ke Komnas HAM karena ada hak-hak kami sebagai warga negara Indonesia yang dibatasi. Dengan penutupan (hak) ibadah maupun tempat ibadahnya. Sementara undang-undang menjamin kebebasan kita untuk beragama," kata Oferlin kepada wartawan di Komnas HAM. 

Perwakilan gereja, Oferlin Hia, menambahkan saat ini sekitar 2500 jemaat melakukan ibadah berpindah-pindah tempat. Mereka meminta Komnas HAM memaksa pemerintah Kabupaten Cianjur membuka kembali gereja mereka.

Tujuh gereja itu ditutup satu per satu dari Desember 2013 hingga Februari 2014. Awalnya utusan pemerintah datang meminta surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pada Desember. Sementara IMB seluruh gereja sedang diurus dan tidak pernah dikeluarkan bupati. 

Selanjutnya kelompok intoleran seperti GARIS dan FPI melakukan penolakan dan mendesak bupati untuk menutup gereja.

Menanggapi ini, Anggota Komnas HAM, Imdaddun Rahmat, mengatakan akan mempelajari laporannya dulu. Namun dia menegaskan bahwa hak seluruh jemaat dilindungi. "Hak beribadah dan berkeyakinan adalah hak yang tidak bisa dicabut oleh siapa pun," katanya.

Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Akibat Pandemi, Angka Kehamilan dan Pernikahan di Jepang Turun

Survive Corona ala Gue

Bias Kognitif Dalam Masyarakat Saat Pandemi

Eps4. Berhitung Plastik pada Kopi Senja

Seribu Jalan Penolak Undang-undang Cipta Kerja