Sungai Tercemar, PU Sulit Tentukan Biaya Produksi Air Minum

Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) menilai besaran kenaikan biaya produksi air minum ditentukan pemerintah daerah masing-masing.

NASIONAL

Selasa, 17 Jun 2014 19:04 WIB

Author

Eli Kamilah

Sungai Tercemar, PU Sulit Tentukan Biaya Produksi Air Minum

sungai tercemar, air minum

KBR, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) menilai besaran kenaikan biaya produksi air minum ditentukan pemerintah daerah masing-masing. 


Juru Bicara KemenPU Joko Mursito mengatakan, besaran kenaikan tersebut sesuai dengan tingkat kerusakan air sungai. Akibatnya harga air di masing-masing wilayah di Indonesia berbeda-beda.


"Kalau kenaikannya tidak bisa ditentukan, karena ini tergantung daerah. Soal biaya produksinya yang masing-masing daerah pasti berbeda," kata Joko. 


Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum menyebutkan pencemaran air di Indonesia terbilang tinggi. Dari 53 sungai di Indonesia, sebesar 73 persen di antaranya telah tercemar. 


Semisal di Nusa Tenggara Timur (NTT). Akibatnya warga Dusun Halimuti, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbatasan dengan Timor Leste, terpaksa mengonsumsi air sungai yang tercemar kotoran hewan, lantaran mahal air dan belum adanya akses air bersih.


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri

Alokasi Bijak THR Masa Pandemi

Atasi Duka Sepeninggal Orang Tersayang

Kontroversi Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam